Pra-MPLS berlangsung hanya sehari. Siswa mengenakan seragam dari masing-masing sekolah sebelumnya. Selama pra-MPLS berlangsung, guru pendamping lebih fokus pada pengenalan lingkungan sekolah dan pembagian kelompok.
Kepala SMPN 1 Banyuwangi M. Sodiq mengatakan, pada kegiatan pra-MPLS ratusan siswa baru hanya mendapat materi sosialisasi terkait MPLS yang akan dilakukan, termasuk tata tertib MPLS nanti. Selanjutnya panitia melakukan pembagian gugus dan brifing singkat.
”Pra-MPLS tidak diisi dengan kegiatan bebas, waktunya cukup singkat, namun padat. Antusiasme siswa cukup tinggi. Kami berupaya melaksanakan kegiatan MPLS dengan menyenangkan, namun poin pentingnya tetap harus tersampaikan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan oleh Kepala SMPN 1 Glagah Dardiri. Dia menjelaskan, kegiatan hari pertama dianggap masih sangat santai tanpa ada materi khusus. Selanjutnya, para siswa hanya membagi kelompok sesuai arahan pendamping dan menciptakan yel-yel untuk memeriahkan kegiatan MPLS.
”Tidak banyak yang dilakukan peserta. Mulai saling memperkenalkan diri dan berkeliling melihat lokasi sekolah. Setelah itu masuk ke ruangan dan penyampaian informasi,’’ kata Dardiri.
Yang menarik ketika MPLS nanti yakni materi parenting yang disampaikan oleh guru BK. Dardiri nenambahkan, sesuai arahan Dinas Pendidikan Banyuwangi, selama kegiatan MPLS berlangsung sekolah dilarang keras melakukan kegiatan yang terindikasi adanya bullying.
Imbauan tersebut juga disampaikan kepada siswa sebagai arahan agar terhindar dari permasalahan tersebut. ”Semoga kegiatan MPLS dapat terlaksana sesuai arahan pimpinan dengan benar,” pungkasnya. (tar/aif/c1)