Dalam pelaksanaan program PKK tersebut, LKP Desy Education bekerja sama dengan Direktorat Kursus dan Pelatihan (Ditsuslat) Ditjen Pendidikan Vokasi pada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. Program ini juga mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi.
Direktur LKP Desy Education Handoyo Saputro mengatakan, program PKK type A tersebut diselenggarakan secara gratis. Acara pembukaan dihadiri langsung oleh para wali murid, tujuannya yakni sekaligus memberikan pendampingan dan izin kepada siswa yang nantinya akan dikirim ke luar negeri.
Selain mendapat relasi dari luar negeri, peserta yang telah mendapat pelatihan intens nantinya juga akan disebar di beberapa daerah mitra LKP Desy. Seperti Bali, Surabaya, hingga Jogjakarta.
”Nantinya sebanyak 20 peserta akan dirikim ke luar negeri pada Desember. Di antaranya Jepang, Malaysia, hingga Dubai, Uni Emirat Arab. Oleh karena itu, kehadiran orang tua penting untuk memahamkan prosedur dan keperluan izin orang tua. Juga untuk menyamakan persepsi ke depannya,” kata Handoyo.
Handoyo mengungkapkan, tahun ini pihaknya memberikan kuota ekstra terhadap peserta yang mengikuti program PKK sebanyak 15 orang.
Sehingga, total keseluruhan peserta berjumlah 100 orang. Seluruh peserta nantinya akan mendapat pelatihan intens selama 6 bulan di LKP dan dilanjutkan melakukan praktik industri.
”Pagu yang kami dapat dari Kemendikbudristek sebanyak 85 orang, namun dari LKP Desy sendiri memberikan kuota lebih. Alasan kuota kami berikan ekstra karena antusiasme masyarakat mengikuti PKK ini sangat tinggi. Semoga kesempatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik,” pungkas Handoyo. (tar/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries