Materi kegiatan parenting dan matrikulasi bagi para wali murid baru dari sembilan lembaga di bawah naungan Yayasan Al Uswah diikuti total 417 peserta. Mereka menerima materi tentang visi dan misi yang berkelanjutan mulai day care hingga perguruan tinggi.
Sedangkan sekolah kepribadian untuk 180 guru Al Uswah menghadirkan narasumber Tatik Waluyo. ”Hubungan antara kompetensi kepribadian guru dengan pendidikan karakter tentunya akan terlaksana dengan baik jika guru tersebut juga memiliki kompetensi kepribadian yang baik,” ujar Tatik.
Sementara itu kegiatan pembinaan kepegawaian pada Selasa (9/7) dirangkai dengan peluncuran (launching) sekolah digital. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Suratno, Ketua Yayasan Al Uswah Karyono, beserta para kepala sekolah dan guru di bawah naungan Yayasan Al Uswah.
Suratno sangat mengapresiasi peluncuran sekolah digital dan pembinaan yang dilakukan pihak Al Uswah. Namun, dia juga mengingatkan bahwa sekolah digital bak pedang bermata dua. Ada manfaat dan mudarat-nya.
”Manfaatnya tentu bagi siswa untuk meningkatkan pengetahuan dan ilmu digital. Tidak hanya siswa, wali murid juga harus terlibat tentang peningkatan digitalisasi. Namun, tentu harus meluruskan niat agar tujuan pembelajaran tidak menyeleweng,” ujarnya.
Ketua Yayasan Al Uswah Karyono SPd MT mengungkapkan, launching sekolah digital tersebut tujuannya tidak hanya meningkatkan kecerdasan, skill, dan knowledge para siswa. Lebih dari itu, gol utamanya adalah untuk meningkatnya akhlakul karimah seluruh siswa yang ada. Sehingga, harapannya para siswa dapat terhindar dari toxic digital seperti flexing atau fear of missing out (FOMO).
Makna digitalisasi sekolah Al Uswah ini secara makro yakni digitalisasi manajemen yayasan yang membawahi sembilan sekolah. Sedangkan secara mikro yakni digitalisasi pembelajaran di sekolah beserta digitalisasi administrasi sekolah.
”Kami berharap sekolah digital ini menjadi langkah baru para siswa agar lebih memahami digitalisasi. Sehingga, generasi tidak tergerus zaman dan tetap berkembang dengan basic Alquran,” jelas Karyono.
Selain sekolah digital yang dikembangkan untuk kebutuhan siswa, yayasan juga memberikan edukasi ilmu parenting terhadap wali murid. Selain menyampaikan visi misi, pihaknya juga menyampaikan terkait materi memahami quality assurance per jenjang.
”Karena kali ini diadakan dalam satu momen, ratusan wali murid dari seluruh jenjang juga dapat bersilaturahmi dan memanfaatkan momen untuk saling mengenal dan blessing in disguise,” pungkas Karyono. (tar/sgt/c1)
Editor : Niklaas Andries