Kunjungan ini, untuk visitasi transformasi digital layanan pendidikan, terutama dalam pemanfaatan teknologi dalam inovasi pendidikan di Smadatara. “Kunjungan ini untuk melihat inovasi pendidikan di Smadatara,” terang Kepala Smadatara Genteng, Mujib.
Menurut Mujib, visitasi ini dihadiri oleh tiga perwakilan dari Direktorat Jenderal PAUD dan Dikdasmen, yaitu Rina Imayati, Sri Sulastri, dan Endang Setyowati. Juga ikut perwakilan dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Ir Danang Setiyono.
Salah satu inovasi Smadatara yang diperkenalkan, E-Supak, aplikasi ini untuk supervisi guru secara digital yang digunakan untuk memantau kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru di kelas, baik secara daring maupun luring. “Saya gunakan semua instrumen di aplikasi itu untuk melihat aktivitas guru dari awal hingga akhir pelajaran,” jelasnya.
Melalui E-Supak, Mujib mengaku dapat melakukan supervisi dari jarak jauh saat berada di luar kota. Melalui aplikasi ini, ia dapat masuk ke dalam pembelajaran melalui zoom. “Aplikasi ini sangat fleksibel, bisa digunakan kapan saja, baik secara daring maupun luring,” ungkapnya.
Selain E-Supak, kata Mujib, Smadatara juga memperkenalkan aplikasi lainnya seperti E-Surat dan Moodle. E-Surat digunakan untuk manajemen surat-menyurat secara elektronik. Sedang Moodle itu platform E-Learning yang memfasilitasi pembelajaran online.
“Kami memanfaatkan teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas administrasi, serta pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Inovasi lain yang juga diperkenalkan aplikasi E-Prestasi dan E-Pelanggaran, yang memungkinkan orang tua untuk mengakses informasi prestasi dan pelanggaran anaknya.
Aplikasi ini memberikan akses individual dengan sistem login dan password yang aman. “Orang tua tidak perlu datang ke sekolah untuk memantau perkembangan anaknya,” katanya.
Menurut Mujib, kunjungan ini untuk membangun komunikasi efektif dengan pemangku kepentingan, terkait implementasi teknologi dalam pembelajaran.
Tim dari Direktorat Jenderal PAUD Dikdasmen dan Smadatara, juga membahas permasalahan yang dihadapi dalam implementasi transformasi digital. “Kami berkoordinasi untuk menyusun strategi penyelesaian masalah sesuai kebutuhan,” ungkap Mujib.
Mujib berharap inovasi-inovasi yang telah dikembangkan Smadatara dapat terus dikembangkan dan diadopsi oleh sekolah lain.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak, untuk keberhasilan transformasi digital dalam pendidikan. “Kami berharap inovasi ini bisa menginspirasi sekolah lain dan membawa manfaat yang lebih luas,” katanya.
Ketua Tim Kerja Inovasi dan Transformas Direktorat Jenderal PAUD dan Dikdasmen, Rina Imayati mengatakan, fokus dalam kegiatannya ini untuk mengetahui dan menilai inovasi teknologi yang diterapkan di Smadatara. “Kami ingin melihat bagaimana teknologi bisa membantu meningkatkan kualitas pendidikan,” katanya.
Rina mengapresiasi praktik baik yang dilakukan Smadatara dalam mengembangkan aplikasi yang mempermudah pembelajaran.
Pihaknya akan mengundang Smadatara ke Jakarta untuk membagikan praktik baik ini dengan sekolah lain. “Kami akan list praktik baik ini dan share, agar bermanfaat untuk sekolah lain,” tandasnya.(rei/abi)
Editor : Niklaas Andries