Dalam seminar itu, sebagai narasumber Komisioner KPU Banyuwangi Anang Lukman Afandi, Komisioner Bawaslu Banyuwangi Joyo Adi Kusumo, dan Kabiro Jawa Pos Radar Genteng Agus Baihaqi.
“Seminar pendidikan politik ini untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dalam politik, dan nanti bisa menjadi pemilih yang baik,” kata ketua pelaksana, Fawaid Abdullah Abbas.
Menurut Fawaid, acara ini program kerja dari Kementerian Pendidikan di Dema IAI Ibrahimy. Dan kegiatan ini dianggap sangat tepat karena menjelang Pilkada 2024. “Ini program baru yang kebetulan momennya tepat menjelang Pilkada 2024,” tambahnya.
Narasumber yang datang dalam seminar ini, dari KPU Banyuwangi Anang Lukman Afandi, Bawaslu Banyuwangi Joyo Adi Kusumo, dan Kabiro Jawa Pos Radar Genteng Agus Baihaqi.
“Kami menghadirkan narasumber dari berbagai lembaga penting untuk memberikan wawasan yang mendalam pada mahasiswa,” katanya.
Dalam seminar ini, jelas dia, para narasumber menyampaikan materi terkait regulasi yang mengatur tentang penyelenggaraan Pemilu, cara menjadi pemilih yang cerdas, dan menekankan pentingnya partisipasi aktif mahasiswa dalam proses politik. “Kesadaran politik mahasiswa sangat penting untuk masa depan bangsa,” katanya.
Rektor IAI Ibrahimy Dr H Lukman Hakim, SAg., M.Ag yang membuka seminar pendidikan politik ini mengapresiasi kegiatan ini dan mendukung penuh. “Saya sangat mendukung acara ini, ini penting sekali bagi mahasiswa agar tidak buta politik,” ujarnya.
Menurut Lukman, pendidikan politik sangat penting untuk menciptakan generasi yang berdaulat dan cerdas dalam berpolitik. “Melalui seminar ini mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam masyarakat, terutama dalam konteks politik. Partisipasi aktif mahasiswa dalam Pilkada 2024 diharapkan bisa membawa perubahan positif,” harapnya.
Lukman menyebut, IAI Ibrahimy Genteng saat ini memiliki empat fakultas, yakni Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Syariah, dan Fakultas Dakwah dengan 10 Program Studi (prodi) S1. “Ada Program Pascasarjana dengan Magister Pendidikan Agama Islam,” katanya.(rei/abi)
Editor : Niklaas Andries