Seperti yang dijalani enam napi yang dinyatakan lulus setelah menempuh Sekolah Tinggi Teologi Victory (STTV) Cibubur.
Siang yang terik di Lapas kelas IIA Banyuwangi menjadi momen spesial bagi enam napi. Keenam napi kasus narkotika tersebut berhasil menyelesaikan pendidikannya di STTV Cibubur.
Keberhasilan itu berkat kerja sama Lapas Banyuwangi dengan STTV Cibubur untuk memberikan kesempatan bagi napi untuk menuntaskan jenjang pendidikannya. Selain enam napi, ada satu petugas dan satu orang Dharma Wanita yang turut diwisuda.
Mereka berhasil menyelesaikan pendidikan sertifikat Diploma 1 Teologi selama satu tahun. Prosesi wisuda yang digelar di aula Sahardjo itu dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Banyuwangi Agus Wahono, Ketua STTV Cibubur Pieter Otta, serta perwakilan dari beberapa instansi di Banyuwangi. Di antaranya Kodim 0825 Banyuwagi, Lanal Banyuwangi, dan Dinas Pendidikan Banyuwangi.
"Ini merupakan suatu pencapaian yang luar biasa, karena wisuda Diploma I menjadi yang pertama di Lapas Banyuwangi,” ujar Kepala Lapas Banyuwangi, Agus Wahono.
Mendapatkan pendidikan yang layak merupakan hak bagi warga binaan pemasyarakatan yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang pemasyarakatan.
"Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada semuanya yang telah memberikan pendidikan teologi kepada napi. Ilmu yang didapatkan diharapkan bisa menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke masyarakat," ungkapnya.
Agus akan mengupayakan jumlah warga binaan yang mengikuti pendidikan semakin bertambah dan bisa mengenyam jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi.
"Akan coba dikembangkan untuk bisa dilanjutkan ke jenjang sarjana (S1). Kami berharap kerja sama bersama STTV Victory maupun lembaga pendidikan yang lain dapat terus berjalan," harapnya.
Pendidikan dan pengajaran yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM warga binaan.
Terlebih salah satu tujuan sistem pemasyarakatan adalah meningkatkan kualitas warga binaan, sehingga dapat diterima kembali dalam masyarakat setelah bebas nanti.
"Dalam sistem pemasyarakatan terdapat dua jenis pembinaan, yakni pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian," ungkapnya. (aif)
Editor : Niklaas Andries