Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jadi Rujukan Pengelolaan Asrama dan Sarana Pendidikan, SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri Studi Tiru ke Smadatara Genteng Banyuwangi

Gareta Yoga Eka Wardani • Rabu, 26 Juni 2024 | 08:30 WIB

STUDI TIRU: Kepala SMAN 2 Taruna Bhayangkara Mujib (pakai udeng) mendampingi Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Eko Agus Suwandi saat berkeliling area asrama Selasa (25/6).
STUDI TIRU: Kepala SMAN 2 Taruna Bhayangkara Mujib (pakai udeng) mendampingi Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Eko Agus Suwandi saat berkeliling area asrama Selasa (25/6).
Radarbanyuwangi.id - SMAN 2 Taruna Bhayangkara (Smadatara) Genteng, Banyuwangi menjadi sekolah yang unggul dalam pengelolaan asrama. Setidaknya, itu dibuktikan dalam kegiatan studi tiru tentang pengelolaan sekolah berasrama yang dilakukan SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri, Selasa (25/6)

Kepala SMAN 2 Taruna Bhayangkara, Mujib, menyambut hangat kedatangan rombongan dari SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri. Ia bersyukur sekolah yang baru dipimpin sejak Oktober 2023 ini menjadi referensi untuk sekolah lain.

“Berbahagia kedatangan tamu dari Kediri, meski masih membutuhkan beberapa peningkatan dalam fasilitas asrama dan sarana prasarana lainnya,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Mujib mengatakan, transformasi signifikan telah terjadi di SMAN 2 Taruna Bhayangkara sejak masa lalu, termasuk pembangunan berbagai fasilitas.

Beberapa perubahan mencakup pavingisasi, taman, dan fasilitas olahraga. “Dulu hanya empat ruang yang memiliki LCD, sekarang banyak perubahan,” kata Mujib.

Mujib menekankan pentingnya akses internet dan kenyamanan dalam proses belajar mengajar. Mereka memprioritaskan fasilitas kelas untuk mendukung aktivitas belajar taruna dan taruni. “Awal kami fokus pada kebutuhan di kelas, terutama akses internet,” ujarnya.

Dalam studi tiru yang dilakukan SMAN 5 Taruna Brawijaya Kediri ini, terang Mujib, saling berbagi informasi terkait sekolah berasrama yang berbeda dengan sekolah reguler.

Ia menjelaskan, inovasi yang dilakukan sekolah, termasuk supervisi guru dan matrikulasi untuk siswa baru. “Kami menyampaikan inovasi yang kami lakukan, yaitu mengelola supervisi guru serta matrikulasi. Anak-anak tahun ajaran baru mendapatkan matrikulasi selama tiga  bulan tentang literasi dan numerasi,” katanya.

Selain itu, terang Mujib, menekankan integrasi materi kebhayangkaraan ke dalam kurikulum merdeka. Materi ini dianggap lebih linier dengan kondisi di SMAN 5 Taruna Brawijaya.

“Materi kebhayangkaraan diintegrasikan ke dalam dokumen kurikulum satuan pendidikan dan proses pembelajaran sehari-hari,” tambahnya.

KENANG-KENANGAN: Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Eko Agus (kiri) memberikan cinderamata kepada Kepala SMAN 2 Taruna Bhayangkara Mujib  di ruang Agra Pana  SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng, Banyuwangi
KENANG-KENANGAN: Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya Eko Agus (kiri) memberikan cinderamata kepada Kepala SMAN 2 Taruna Bhayangkara Mujib di ruang Agra Pana SMAN 2 Taruna Bhayangkara Genteng, Banyuwangi

Mujib juga menyampaikan sekolah berencana akan menggunakan sistem absensi canggih berbasis kamera digital. Kehadiran para taruna dan taruni, dapat terpantau secara akurat.

“Absensi ini menggunakan absen super canggih dan sangat cepat, hitungannya beberapa detik menggunakan sensor kamera digital. Nanti wajahnya yang tertangkap maka tercatat hadir dalam kegiatan tersebut,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Mujib, sekolah memastikan kesehatan siswa terjaga dengan menyediakan layanan kesehatan 24 jam. Perawat dan dokter tersedia di UKS sepanjang waktu. “Harapan kami, kesehatan siswa selalu fit dan optimal,” katanya.

Kepala SMAN 5 Taruna Brawijaya, Eko Agus Suwandi menyatakan kekagumannya atas perkembangan SMAN 2 Taruna Bhayangkara.

Ia mencatat perubahan signifikan sejak kunjungannya empat tahun lalu. “Saya melihat perkembangan luar biasa di sini, saya empat tahun datang ke sini,” cetusnya.

Eko mengaku tertarik pengelolaan sosial media yang lebih aktif, dan perkembangan pengelolaan absensi yang menarik. “Kami melihat pengelolaan tentang absensi itu menarik dan revolusioner. Ketika sistem dari pemerintah tidak ada, tapi dari sekolah menyediakan, itu hal yang berani. Pasti itu akan merubah budaya,” ujarnya.

Eko menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam mengelola sekolah taruna. Dia berharap kunjungan ini dapat mempererat hubungan dan meningkatkan kualitas kedua sekolah.

“Semoga melalui kegiatan ini hubungan antara kedua sekolah terjalin dengan baik,” harapnya.(rei/abi)

 

 

Editor : Niklaas Andries
#sosial media #kesehatan #Asrama #kediri #SMAN #UKS #24 jam #LCD #Smadatara Banyuwangi #Brawijaya