Radarbanyuwangi.id - Prestasi menggembirakan diraih siswa-siswi SMA maupun SMK di Banyuwangi. Jumlah siswa asal Banyuwangi yang lolos masuk perguruan tinggi negeri (PTN) lewat jalur Seleksi Nasional Berdasar Tes (SNBT) tahun 2024 mengalami peningkatan cukup signifikan.
Untuk sementara, jumlah siswa asal Banyuwangi yang diterima di PTN melalui jalur SNBT mencapai 1.031 orang. Perinciannya, 803 siswa asal SMA dan 228 siswa asal SMK di kabupaten ujung timur Pulau Jawa. Jumlah sebanyak itu mengantarkan Banyuwangi menduduki peringkat 3 di Jatim.
Secara persentase siswa yang diterima PTN jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan SNBT, SMAN 1 Glagah mencapai 42,31 persen, yakni sebanyak 146 dari 345 jumlah siswa kelas XII. Selanjutnya, SMAN 1 Genteng sebanyak 172 dari 427 siswa atau 40,28 persen.
Persentase siswa kelas XII SMAN 1 Rogojampi yang lolos PTN sebesar 37,95, yakni 126 orang dari jumlah siswa sebanyak 332 orang. Disusul SMAN 1 Giri sebanyak 125 dari 335 siswa atau sekitar 37,31 persen.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi Ahmad Jaenuri mengatakan, secara umum persentase siswa yang diterima lewat jalur SNBT mengalami peningkatan. Hal tersebut sangat membanggakan karena Banyuwangi menempati urutan ketiga.
”Prestasi ini sangat membanggakan, putra-putri Banyuwangi memiliki potensi yang cukup baik. Data tersebut diambil terakhir Rabu (19/6) pukul 20.19 WIB,” ujarnya.
Jaenuri menyebut, pendidikan tingkat SMA/SMK di wilayah Banyuwangi hingga saat ini terus dikuatkan melalui berbagai program pembelajaran dan layanan siswa serta pengembangan diri di tiap sekolah. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan capaian agar lulusan lebih optimal.
”Tentu harapan kami berbagai inovasi sekolah bisa sejalan dengan program Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Tentunya semua keberhasilan dapat tercapai atas dukungan Pemkab Banyuwangi. Kami berupaya agar capaian dapat terus meningkat demi generasi penerus cemerlang,” tutur Jaenuri.
Tidak hanya peningkatan sarana prasarana dan layanan terbaik bagi para siswa. Pemberian program khusus, dan program pemberian bimbingan belajar (bimbel) juga penting dilakukan untuk memperlancar kemampuan siswa agar lebih terasah.
”Semoga capaian tersebut ke depan bisa memotivasi generasi muda untuk terus berprestasi dan menggapai mimpi. Oleh karena itu, kami juga berusaha mengedepankan prinsip komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan kepala sekolah baik tingkat SMA maupun SMK,” kata dia.
Jaenuri menambahkan, kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DU/DI) untuk serapan lulusan SMK perlu ditingkatkan serta untuk pengembangan teaching factory (Tefa) yang berorientasi pada peningkatan kompetensi siswa. Sehingga, lulusan dapat berdaya saing dengan lulusan daerah lain.
Di sisi lain, optimalisasi pengelolaan SMK yang lebih profesional mampu menghadirkan tambahan 4 SMK Pusat Keunggulan di Banyuwangi. ”Harapan kita dengan semakin banyak SMKPK, kualitas kompetensi siswa lebih meningkat, daya saing lebih kuat yang akhirnya mereka dapat meningkatkan derajat kehidupan yang lebih makmur,” tutur Jaenuri.
Jaenuri juga berterima kasih atas dedikasi semua pihak yang terlibat dalam pendidikan SMA/SMK di Banyuwangi. ”Ke depan, mari kita lahirkan pemimpin bangsa dari ufuk timur dari Pulau Jawa ini,” pungkasnya. (tar/sgt/c1)
Siswa yang Diterima di PTN
-SMA = 803
-SMK = 228
-Total = 1.031 (data masih bisa bertambah)
-Dari data tersebut menempatkan Banyuwangi sebagai peringkat ketiga di Jawa Timur untuk siswa yang lolos PTN lewat jalur SNBP dan SNBT.
-SMAN 1 Glagah: 146 dari total 345 siswa (42,31 persen)
-SMAN 1 Genteng: 172 dari 427 siswa (40,28 persen).
-SMAN 1 Rogojampi: 126 dari 332 siswa (37,95 persen)
-SMAN 1 Giri: 125 dari 335 siswa (37,31 persen yang lolos PTN)
Editor : Niklaas Andries