Informasi tentang siswa yang diterima PPDB jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi hasil lomba bisa diakses masing-masing siswa sejak pagi. Bagi yang diterima bisa langsung daftar ulang di sekolah pilihan.
”Mereka yang tidak daftar ulang, tapi sudah diterima, tidak bisa ikut PPDB di sekolah lain. Daftar ulang wajib untuk mengisi data di sekolah,” kata Kepala SMAN 1 Giri Taruna Bangsa I Ketut Renen.
Di SMAN 1 Giri, seluruh pagu yang disediakan seluruhnya terisi. Hanya dua jalur masuk, yaitu difabel dan anak buruh, yang tidak terisi. Penyebabnya karena ada persyaratan yang tidak lengkap dari pendaftar. Sehingga, pagu yang seharusnya disediakan untuk dua jalur itu dialihkan ke jalur lainnya.
"Yang paling banyak pendaftar di jalur keluarga tidak mampu dan prestasi non-akademik. Akhirnya yang tidak terisi kami arahkan ke sana pagunya, termasuk jalur anak guru,” terang Ketut.
PPDB tahun ini semuanya sudah diatur sistem. Siswa yang secara skoring, baik dari prestasi akademik maupun non-akademik, berada di bawah akan dinyatakan tidak diterima. ”Pendaftarnya ada sekitar 188 orang, yang kami terima kurang dari separonya. Bagi yang tidak diterima bisa mencoba jalur lain. Masih ada jalur zonasi,” tegas Ketut.
Di SMKN 1 Glagah, jumlah siswa yang melakukan daftar ulang mencapai 188 anak. Selain melihat pengumuman dari website PPDB, siswa juga membaca pengumuman yang dipampang oleh panitia di depan aula SMKN 1 Glagah. Mereka tampak mengamati nama-nama yang tertera di papan pengumuman.
Ketua PPDB SMKN 1 Glagah, Suparman mengatakan, daftar ulang dilayani sejak pukul 13.00 hingga selesai. Pada penerimaan tahun ini, ada pergeseran minat pendaftar. Tahun sebelumnya jurusan yang paling banyak diminati adalah Otomotif dan Teknik Komputer Jaringan (TKJ).
Tahun ini jurusan pelayaran seperti Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI) justru diserbu pendaftar. ”Tahun sebelumnya yang banyak jurusan TKJ dan Otomotif. Tahun ini merata, tapi yang menjadi favorit jurusan pelayaran,” kata Suparman.
Siswa yang daftar ulang diminta mengisi formulir dan membawa kelengkapan seperti fotokopi kartu keluarga (KK), surat kesehatan dari dokter, dan bukti fisik sertifikat yang digunakan untuk mendaftar.
Selanjutnya, siswa diminta menandatangani konfirmasi kebenaran dokumen yang mereka bawa. Siswa kemudian didaftarkan untuk bisa mengisi database sekolah. Mereka diberi username yang bisa diisi di rumah masing-masing.
”Daftar ulang kami layani sampai Rabu nanti. Kalau bisa selesai hari ini. Nanti calon siswa kami buatkan grup WA sendiri, untuk update informasi dari sekolah,” tandasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Niklaas Andries