Dihadapan rekan-rekannya, siswi yang juga merupakan atlet karate itu mendapat mendapat beasiswa dari Yayasan Al Uswah, pembebasan biaya, baik SMP, MA dan Perguruan tinggi.
Apresiasi itu diberikan sekolah setelah Almira yang turun di cabor karate pada pelaksanaan kompetisi jenjang SMP Kabupaten Banyuwangi Rabu (15/5/2024) didiskualifikasi karena mempertahankan penggunaan hijab.
Langkah ini diberikan Yayasan untuk memberikan pelajaran kepada teman – temannya untuk tetap teguh mempertahankan keyakinan agamanya
Meski tak bisa melanjutkan pertandingan karena regulasi, langkah anak dari pasangan Almarhum Yoyok Riyanto dan Erma Wijayanti itu justru mendapat apresiasi dari sekolah.
Sekretaris Yayasan Al Uswah, H. Dhany Eko Aprilin, SE mengatakan apresiasi itu diberikan untuk membangkitkan kembali atas terpuruknya Almira setelah didiskualifikasi.
Dia berharap, dengan pemberian apresiasi itu, Almira tetap bersemangat untuk meneruskan olahraga karate yang selama ini ditekuninya.
"Kejadian ini untuk dijadikan evaluasi bersama karena pemerintah sedang gencar melaksanakan kurikulum merdeka dan penolakan 3 Dosa Besar Pendidikan," tegasnya.
“Penolakan melepas hijab untuk bertanding merupakan unsur intoleransi sekaligus bullying karakter terhadap siswa.”
Direktur Lembaga Pendidikan Al Uswah, Moch. Fachrurodji H, S.Pd, menambahkan, keteguhan Almira mempertahankan hijab menjadi alasan Yayasan untuk memberinya reward.
Berupa beasiswa dari jenjang SMA hingga lanjut Sarjana nanti.
Dia juga memastikan sekolah akan memilihkan kampus yang berkualitas untuk Almira.
Dengan harapan, Almira juga bisa kembali lagi ke Al Uswah untuk menjadi pengajar.
Dhany juga menegaskan, apresiasi dari sekolah tidak bertujuan untuk memprotes keputusan panitia yang mendiskualifikasi Almira karena menggunakan hijab saat bertanding.
"Akan tetapi pihak - pihak yang berwenang dapat merevisi aturan- aturan tentang itu"terang Dhany.
Sementara itu, Ibu dari Almira, Erma Wijayanti mengatakan sejak SD putrinya tersebut sudah berhijab.
Sejak awal dia juga selalu menekankan agar anaknya tetap menjaga hijab yang digunakannya.
Kasus diskualifikasi sendiri menjadi yang kedua yang dialami Almira.
Tahun 2023 lalu putrinya itu juga diprotes saat seharusnya menjadi juara satu akibat berhijab.
Akhirnya Almira harus puas dengan peringkat ketiga dan hanya mendapat medali perunggu.
"Di aturan ada memang penutup kepala sesuai standar WKF, cuma itu tidak syar'i. Karena bagian lehernya terbuka. Jadi anaknya juga tidak mau. Ke depan mungkin akan tetap berlatih karate tapi tidak untuk jalur prestasi,"tutupnya.
Editor : Syaifuddin Mahmud