Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lindungi Penyu Lebih Intens, BPSPL Denpasar Gandeng Banyuwangi Sea Turtle Foundation

Gerda Sukarno Prayudha • Sabtu, 4 Mei 2024 | 19:48 WIB

KONSERVASI: Kepala BPSPL Denpasar Getreda Melsina Hehanussa (dua dari kiri) dan Pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo (tiga dari kiri) menunjukkan berkas Memorandum of Understanding (MoU) di balai pertemuan
KONSERVASI: Kepala BPSPL Denpasar Getreda Melsina Hehanussa (dua dari kiri) dan Pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo (tiga dari kiri) menunjukkan berkas Memorandum of Understanding (MoU) di balai pertemuan
Radarbanyuwangi.id - Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar menandatangani nota kesepahaman dengan Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) di Pantai Pulau Santen Banyuwangi Jumat lalu (3/5).

Memorandum of Understanding (MoU) tersebut dilakukan BPSPL bersama Yayasan Penyu Banyuwangi –sebutan lain BSTF- agar semua pihak lebih intens melakukan kegiatan konservasi pelestarian penyu.

Kepala BPSPL Denpasar, Getreda Melsina Hehanusa mengakui, sebagai alat perpanjangan tangan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pihaknya memiliki banyak keterbatasan. Selain terbatas dalam hal anggaran, kata dia, juga tentu saja terbatas dalam sumber daya manusia. ‘

’Karena itu, dalam menyelamatkan dan melestarikan satwa laut yang dilindungi kami tidak bisa bekerja sendiri. Kami perlu untuk menggandeng banyak pihak. Menggandeng masyarakat maupun yayasan yang kompeten di bidang konservasi,’’ jelasnya.

Getreda menambahkan, untuk upaya pelestarian penyu yang lebih intens, pihaknya menggandeng BSTF di Banyuwangi. Banyak hal yang bisa dilakukan bersama. Selain menyelamatkan penyu secara langsung dari kepunahan, tak kalah penting adalah upaya edukasi.

‘’Mengajak masyarakat, terutama warga pesisir agar lebih peduli dan mengambil peran untuk melakukan konservasi sesuai porsi masing-masing,’’ imbuhnya.

Sementara itu, Pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo menyambut baik dukungan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui BPSPL Denpasar. Kerja sama dan dukungan tersebut akan memacu Yayasan Penyu Banyuwangi ini untuk lebih giat melakukan upaya konservasi penyu.

‘’Saat ini kami terus mengembangkan alat inkubator atau penetasan telur penyu tanpa pasir. Ini sebagai salah satu solusi untuk mengembalikan keseimbangan gender penyu di alam akibat dampak pemanasan global,’’ ujarnya. 

Sementara itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan sosialisasi regulasi terkini terkait jenis-jenis ikan yang langka dan statusnya dilindungi.

Acara ini dihadiri perwakilan Dinas Perikanan Banyuwangi, TNI, Polri, kelompok wanita nelayan, beberapa kelompok usaha bersama (KUB) nelayan di Banyuwangi, serta undangan dari FIKKIA Unair Banyuwangi, Akademi Pilot Indonesia (API) Banyuwangi, serta beberapa kelompok sadar wisata wilayah pesisir di Banyuwangi. (*/bay)

Editor : Niklaas Andries
#sadar wisata #polri #akademi #pemerintah #laut #denpasar #masyarakat pesisir #api #Penyu #nelayan #bpsl #Unair #tni #pilot #Konservasi #Dinas Perikanan #banyuwangi #BSTF #kkp #KUB