Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tak Cukup Hanya Pemberian Lotion Antinyamuk, Sekolah Intensifkan PSN, Ini yang Dilakukan SDN Sumberejo Banyuwangi

Ayu Lestari • Selasa, 30 April 2024 | 17:09 WIB
BERSIH-BERSIH: Memberantas sarang nyamuk menjadi bagian dalam penanggulangan DBD
BERSIH-BERSIH: Memberantas sarang nyamuk menjadi bagian dalam penanggulangan DBD

Radarbanyuwangi.id – Merebaknya kasus demam berdarah (DBD) di Banyuwangi menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan masyarakat. Tidak terkecuali kekhawatiran yang muncul terkait potensi merebaknya demam berdarah di lingkungan sekolah.

Mengantisipasi potensi merebaknya penyebaran demam berdarah di lingkungan sekolah. Beberapa sekolah di Banyuwangi pun mulai mengambil langkah strategis sebagai antisipasi. Salah satunya dengan kegiatan pemberantasan saran nyamuk (PSN) yang ada di lingkungan sekolah.

Kegiatan ini diwujudkan diantaranya dengan menggelar kerja bakti bersama seluruh warga sekolah. Tidak hanya siswa, seluruh bagian sekolah mulai guru hingga tukang kebun pun turut dilibatkan dalam kegiatan ini.

Seperti tampak di SDN Sumberejo Banyuwangi. Sejak jam masuk sekolah, seluruh siswa diibatkan dalam kerja bakti. Mereka membersihkan halaman sekolah yang disinyalir menjadi tempat tumbuh kembang nyamuk.

Beberapa barang bekas yang berpotensi menampung air dibersihkan dan dikubur. Tidak hanya di luar kelas. Fokus bersih-bersih sarang nyamuk ini juga dilakukan di dalam ruang kelas. Seluruh kelas di sekolah ini menjadi target pembersihan secara keseluruhan.

Tidak hanya itu, pihak sekolah pun menyediakan lotion antinyamuk. Setiap kelas, siswa akan diberikan usapan krim antinyamuk ini satu per satu. Tujuannya sama, mengurangi potensi penularan penyakit demam berdarah.

Kepala Sekolah SDN Sumberejo Ima Fatmati menuturkan kegiatan ini menjadi bagian dalam antisipasi serangan penyakit demam berdarah. Dengan lingkungan bersih dan pemberian lotion antinyamuk, siswa setidaknya sudah terproteksi dari gigitan nyamuk penyebab DBD.

”Di setiap kelas kami minta guru untuk senantiasa mengingatkan siswa agar selalu menjaga kebersihan,” kata Ima.

Sekolah tinggal menerapkan agar lingkungan tetap bersih dari sarang nyamuk. ”Petugas kebersihan di sekolah juga kami minta melakukan pembersihan secara rutin. Apalagi, sekarang sering turun hujan jadi banyak genangan air,” imbuhnya.

Kegiatan PSN ini juga sejalan dengan instruksi dari Dinas Pendidikan Banyuwangi khususnya melalui Korwilkersatdik Banyuwangi. Dimana dalam imbauannya, kepala sekolah diminta untuk senantiasa untuk memperhatikan PSN di sekolah masing-masing.

Sebab tidak menutup kemungkinan. Melihat tingginya angka DBD, sekolah juga berpotensi ikut menjadi tempat penyebaran virus dengue.

”Kami ingatkan seluruh kepala sekolah untuk melakukan pembersihan sarang nyamuk di sekolah. Saat ini belum ada laporan siswa SD yang terkena DBD, namun kami terus ingatkan kepala sekolah untuk melakukan pencegahan,” tegas Kepala Korwilkersatdik Banyuwangi Janoto.

Seperti diketahui, data Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi setidaknya ada 1. 243 temuan kasus infeksi virus dengue pada periode Januari hingga kemarin (29/4). Selama sepekan kasus infeksi virus dengue mengalami kenaikan hingga 134 kasus. Pekan sebelumnya tercatat ada 1.109 kasus, terdiri demam berdarah dengue (DBD) dan demam dengue (DD).

Lonjakan kasus infeksi dengue terlihat jelas di Kecamatan Srono. Jumlah kasusnya masih paling banyak yakni mencapai 132 kasus. Padahal, sebelumnya hanya 122 kasus. Meski begitu, terjadi penurunan kasus di Kecamatan Muncar yang sebelumnya mencapai 114 kasus, kini hanya 98 kasus. Ada penurunan 16 kasus.  (*)

 

Editor : Niklaas Andries
#PSN #Kerja Bakti #barang bekas #Demam Berdarah (DBD) #siswa sd #serangan penyakit #kepala sekolah #banyuwangi