Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tingkatkan Mutu Pendidikan Nonformal di Banyuwangi, Ini yang Dilakukan Oleh Dispendik

Ayu Lestari • Jumat, 26 April 2024 | 20:12 WIB

 

PEMATERI: Mantan Kepala Dispendik Banyuwangi Sulihtiyono saat jadi pemateri
PEMATERI: Mantan Kepala Dispendik Banyuwangi Sulihtiyono saat jadi pemateri
Radarbanyuwangi.id– Pemkab Banyuwangi menggelar workshop dengan tema ”Pengembangan Karir Pendidik dan Tenaga Pendidikan pada Satuan Pendidikan Nonformal atau Kesetaraan”.

Ada dua narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Dewan Pendidikan Sulihtiyono dan Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Alfian.

Workshop yang digelar di aula kantor Dispendik Banyuwangi tersebut berlangsung dalam dua tahap, yakni pada 22 April dengan total peserta 140 orang.

Terdiri dari 110 orang peserta PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan 30 orang peserta LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan).

Sedangkan, untuk tahap kedua dilaksanakan Kamis (25/4) dengan dihadiri 110 orang peserta dari PKBM.

Kepala Dispendik Suratno menjelaskan, workshop tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta untuk saling bertukar pikiran dalam mengelola PKBM dan LKP masing-masing sehingga meningkatkan mutu pendidikan nonformal.

”Meningkatkan mutu penting bukan hanya bagi tutor, tapi juga tentu benefitnya yakni mutu karir dan proses pendidikan bagi para warga belajar (WB),” ujarnya.

Suratno mengatakan, PKBM membutuhkan sumber daya manusia (SDM) tutor profesional yang memiliki kualifikasi pendidikan dan kompetensi yang sesuai dengan standar minimal pendidikan nasional dalam mengelola pembelajaran.

Oleh karena itu, untuk dapat memperoleh tutor yang disyaratkan, perlu manajemen tutor yang efektif.

Ketika PKBM bisa menerapkan manajemen tutor yang efektif, imbuh Suratno, maka diharapkan dapat membangun iklim kerja yang kondusif.

Sehingga, mendukung proses pembelajaran yang efektif dan berdampak pada meningkatnya mutu pendidikan. ”Inilah salah satu tujuan digelarnya workshop pengembangan karir pendidik dan tenaga pendidikan ini,” kata dia.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dispendik Lina Kamalin berharap, para tutor dapat melakukan upaya-upaya yang dapat meningkatkan motivasi belajar WB.

Ending-nya adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat dan menekan angka kemiskinan,” kata Lina.

Ketua Dewan Pendidikan Sulihtiyono menyebut, ada beberapa kata kunci penting dalam pendidikan kesetaraan untuk tutor PKBM.

Di antaranya pengetahuan, keterampilan fungsional, pengembangan sikap, dan kepribadian profesional.

”Saat ini pendidikan kesetaraan menjadi opsi yang juga sangat diminati masyarakat. Banyak orang ternama juga lahir dari pendidikan nonformal. Karena dampaknya sangat positif dan juga menaikkan IPM, tentu tutor harus lebih membangun motivasi dan semangat WB agar mereka lebih bangkit,” ujar mantan Dispendik ini.

Sedangkan pemateri kedua, yakni Sekretaris Dispendik Alfian, menyampaikan materi berkaitan tentang bagaimana menjadi guru atau tutor profesional.

Dia memaparkan empat poin penting yang menjadi tolok ukur guru profesional menurut undang-undang, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi kepribadian. (tar/sgt/c1)

Editor : Niklaas Andries
#pkbm #tenaga pendidik #dispendik #workshop #Warga belajar #dinas pendidikan #tutor #banyuwangi #pendidik