Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ini Arti Sesungguhnya Minal Aidzin wal Faizin, Bukan Maaf Lahir Batin Lho, Tapi Ini Maknanya

Niklaas Andries • Jumat, 22 Maret 2024 | 20:26 WIB

 

KHUSYUK:  Sekitar seribu warga melaksanakan salat Idul Fitri di Taman Blambangan Jumat (21/4). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
KHUSYUK:  Sekitar seribu warga melaksanakan salat Idul Fitri di Taman Blambangan Jumat (21/4). (Ramada Kusuma/RadarBanyuwangi.id)
Radarbanyuwangi.id – Ismail Marzuki, komposer dan seniman di era awal kemerdekaan yang menyelipkan Minal Aidzin wal Faizin ini dalam lagu ciptaannya.

Minal Aidzin wal Faizin masuk dalam bait reff lagu Hari Raya yang dikarangnya. Lagu itu sendiri dibuka dengan lirik dan penggambaran suasana riang.

“Setelah sebulan berpuasa satu bulan lamanya, Berzakat fitrah menurut perintah agama, Kini kita ber-Idulfitri  berbahagia, Mari kita berlebaran, Bersuka gembira, Berjabatan tangan sambil bermaaf-maafan, Hilang dendam habis marah, Di Hari Lebaran”

Melalui lagu ini, Ismail Marzuki mengenalkan istilah "Minal Aidzin wal Faizin, Maafkan lahir dan batin, Selamat para pemimpin, Rakyatnya makmur terjamin,”.

Menilik kata dan alimat yang terkandung didalam minal aidin wal faizin. Kalimat itu merupakan bahasa Arab. Anehnya ungkapan ini tidak banyak yang mengetahui di jazirah Arab sendiri.

Kata "minal aidin" memiliki arti golongan yang kembali. Sementara "wal faizin" artinya golongan yang menang.

Sehingga arti kalimat minal aidin wal faizin adalah "Semoga kita semua termasuk golongan yang kembali  suci (fitrah) dan termasuk orang yang meraih kemenangan".

Editor : Niklaas Andries
#menang #lebaran #minal aidin wal faizin #hari raya idul fitri #ismail marzuki #hari raya #islam #Suci #fitrah #Andalusia #komposer #Golongan #keliru