Jawa Pos Radar Banyuwangi merangkum lewat kanal youtube Generasi Muda Nusantara disana menurut KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha ini meminta agar umat Islam jangan mencela mereka yang tidak salat tarawih.
“Jangan mengucapkan omongan yang tidak pantas kepada mereka, misalnya rugi Ramadhan setahun sekali saja kok tidak sholat tarawih di masjid. Hindari omongan seperti itu,” kata Gus Baha.
Pengasuh Ponpes Tahfidzul Qur'an LP3IA, Rembang ini menilai kalimat tersebut bisa menyakiti perasaan orang yang tidak bisa solat tarawih misalnya karena bekerja.
“Ada satpam, tukang ojek, tukang parkir, dan pekerja malam lain yang mungkin hatinya menangis nggak bisa solat tarawih karena bekerja,” ujarnya.
Gus Baha menambahkan sholat tarawih itu hukumnya sunnah. Sedangkan mencari nafkah wajib. Menghindari diri dari kemiskinan agar tidak menjadi beban orang lain itu wajib dilakukan.
“Saya sendiri belum pernah tarawih Ramadhan 30 hari penuh. Tapi ini jangan ditiru. Ya tidak sembunyi, biasa saja. Tetangga juga tahu kalau saya sering tidak solat tarawih," ujarnya.
Menurut santri kesayangan ulama kharismatik KH Maimun Zubaer atau Mbah Moen itu, perkara yang tidak wajib jangan diwajibkan.
“Solat tarawih itu sunnah, jangan sampai ulama tarawih sampai sebulan penuh di masjid, nanti dikira wajib hukumnya. Kalau mau meniru, ya bolehlah dengan salat tarawih sendiri di rumah,” jelasnya.
Gus Baha bahkan mengungkapkan Rasulullah sholat tarawih berjamaah di masjid hanya sampai hari ke 6. Selebihnya salat tarawih di rumah.
“Tapi Umar (Umar bin Kathab) tahu, Nabi saolat tarawih di rumah untuk menghindari pemahaman jika tarawih itu wajib. Jadi Umar yang meneruskan sholat tarawih berjamaah di masjid," lanjut Gus Baha.
Gus Baha kembali menegaskan bahwa mencari nafkah hukumnya wajib karena untuk menafkahi keluarga. Dengan bekerja dan berpenghasilan, maka seseorang tidak akan menjadi beban oran lain.
“Mencari nafkah yang saya maksud adalah dengan cara yang halal dan benar, serta tidak dapat ditinggalkan karena sudah menjadi tugas dan tanggung jawabnya,” kata Gus Baha.
Karena itu, Gus Baha mengingatkan umat muslim agar tidak mudah menghakimi umat Islam lain yang tidak salat tarawih. Karena amalan di bulan Ramadhan itu yang tahu hanya diri sendiri dan Allah SWT.
“Jadi, maksud saya jangan membesar-besarkan perkara yang berpotensi membuat orang biasa jadi susah menjalankan syariat. Hindarilah omongan yang menyakiti perasaan seperti itu,” kata Gus Baha.(*)
Editor : Niklaas Andries