Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bacaan Niat Salat Tarawih Saat Jadi Imam, Makmum, dan Salat Sendiri Ternyata Beda Dikit, Catat dan Hafalkan, Ya!

Niklaas Andries • Senin, 11 Maret 2024 | 18:33 WIB

SUNAH: Salat tarawih beda saat posisinya jadi imam, makmum, dan salat sendiri.
SUNAH: Salat tarawih beda saat posisinya jadi imam, makmum, dan salat sendiri.
Radarbanyuwangi.id – Salah satu amalan selama bulan Ramadan adalah salat sunah tarawih. Salam malam yang khusus dikerjakan selepas salat Isya.

Salat ini sangat dianjurkan karena memiliki keutamaan seperti salat malam atau tahajud.

Maka mengisi Ramadan 1445 H kali ini sangat sayang bila ibadah salat tarawih ini kalau sampai dilewatkan.

Untuk lebih khusyuk dalam mengerjakan tidak ada salahnya untuk memperlajari lafal niat salat tarawih itu sendiri.

Jawa Pos Radar Banyuwangi merangkum dari laman NU Online menyebutkan salat tarawih bisa dikerjakan secara berjamaah atau sendiri di rumah.

Bilangan rakaatnya pun bisa dipilih sesuai kemampuan.

Ada yang mengerjakan 20 rakat dengan 3 witir dengan cara dua rakaat salam.

Lainnya ada yang mengerjakan dengan 8 rakaat dengan 3 witir dengan cara empat rakaat salam.

Seperti hadits Rasulullah saw riwayat al-Baihaqi melalui jalur Ibnu Abbas, yaitu

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فِي غَيْرِ جَمَاعَةٍ عِشْرِينَ رَكْعَةً وَالْوِتْرَ

 Artinya :

“Sungguh Nabi Muhammad saw melakukan shalat di bulan Ramadhan tanpa berjamaah sebanyak dua puluh rakaat dan (ditambah) shalat witir.”

Tentunya bacaan lafal salat tarawih untuk imam, makmum, dan saat salat tarawih sendiri berbeda.

Adapun lafal niat salat tarawih yang bisa dibaca sesuai kondisi saat menjalankan salat tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Lafal niat shalat tarawih selaku imam

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai imam karena Allah SWT.”

  1. Lafal niat shalat tarawih selaku makmum

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat Tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah Tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah SWT.”

  1. Lafal niat shalat tarawih sendirian

اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushalli sunnatat tarāwīhi rak‘atayni mustaqbilal qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang sunnah tarawih dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah swt.” (*)

Editor : Niklaas Andries
#niat #amalan #Rasulullah SAW #bacaan #Ramadan 1445 H #rakaat #bulan ramadan #salat tarawih #Makmum #imam