Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Hindari Perundungan di Sekolah, SMAN 1 Rogojampi Launching Aplikasi Gempur

Dedy Jumhardiyanto • Jumat, 26 Januari 2024 | 16:00 WIB
Kacabdin Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi Ahmad Jaenuri, Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono, Kepala SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Elis Santi MPd me-launching aplikasi Gempur.
Kacabdin Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi Ahmad Jaenuri, Kapolsek Rogojampi Kompol Sudarsono, Kepala SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Elis Santi MPd me-launching aplikasi Gempur.

ROGOJAMPI, RadarBanyuwangi.id – SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya punya terobosan untuk mengantisipasi kasus perundungan (bullying).

Sekolah yang satu ini meluncurkan aplikasi ”Gempur” alias Gerakan Anti Perundungan. Aplikasi ini berisi sejumlah informasi dan kanal pengaduan.

Kepala SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya Elis Santi mengatakan, sementara ini masih ada anggapan bahwa yang masuk ruang Bimbingan Konseling (BK) adalah siswa/siswi yang bermasalah.

Dengan asumsi itulah, akhirnya tidak sedikit siswa yang takut masuk ke ruangan BK.

”Padahal, guru BK tidak hanya membimbing siswa bermasalah, tetapi mempunyai tugas mendampingi siswa-siswi berprestasi serta memenuhi kebutuhan peserta didik,” ungkap Elis.

Dengan adanya aplikasi Gempur ini, imbuh Elis, siswa dan wali murid juga bisa bertanya langsung dengan guru dan kepala sekolah mengenai apa yang menjadi persoalan siswa serta wali murid.

”Aplikasi Gempur ini menjadi media yang bisa memfasilitasi peserta didik jika ada yang mengalami perundungan di satuan pendidikan dan bisa menyampaikan dengan cepat ke pihak sekolah,” jelasnya.

Dengan peluncuran atau launching aplikasi Gempur tersebut, diharapkan semangat belajar peserta didik bisa semakin meningkat.

Selain itu, jika siswa memiliki masalah bisa segera disampaikan dengan cepat, apalagi jika mengalami perundungan.

”Melalui aplikasi Gempur ini segala persoalan anak-anak peserta didik bisa terpecahkan dan mendapatkan solusi terbaik,” tandas Elis.

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi Ahmad Jaenuri mengapresiasi apa yang telah dilakukan SMAN 1 Rogojampi Taruna Budaya.

”Saya berkeliling dari Sabang sampai Merauke, baru di sini saya menyaksikan langsung keragaman agama dan budaya yang nyata,” ujarnya.

Oleh karena itu, Ahmad berpesan kepada seluruh siswa-siswi SMAN Taruna Budaya agar berbangga hati karena berada di sekolah yang benar dan menjadi tempat siswa ditempa dan dibentuk menjadi insan yang berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, dan berkarakter dan memiliki adab.

”Jika tidak memiliki adab, tidak ada artinya,” kata dia.

Selain itu, Ahmad juga berpesan kepada dewan guru agar melayani peserta didik dengan sepenuh hati dan sebaik-baiknya.

Karena hakikat dari pendidikan tak lain memberikan layanan terbaik sesuai bakat minat anak.

”Fungsi BK bukan polisi sekolah, tetapi adalah tempat anak untuk berkonsultasi agar mendapatkan solusi. Bukan untuk menghakimi, melainkan sebagai konsultan dalam menghadapi persoalan anak-anak peserta didik dan tempat konsultasi orang tua atau wali murid jika mengalami kesulitan,” tegasnya.

Selain meluncurkan aplikasi Gempur, Ahmad Jaenuri juga meresmikan tempat ibadah agama Hindu serta meresmikan ruang barbershop agar siswa tampil rapi.

”Peresmian barbershop ini membentuk karakter dari segi fashion, bagaimana karakter anak akan tampak dari cara mereka berpenampilan, Silakan memulai membangun pribadi yang baik. Merapikan diri kita lebih dahulu sebelum merapikan orang lain,” terangnya

Turut hadir dalam kegiatan launching aplikasi Gempur dan peresmian tempat ibadah agama Hindu serta ruangan barbershop tersebut, Forum Pimpinan Kecamatan Rogojampi dan Komite SMAN Taruna Budaya H Nanang Nur Achmadi. (ddy/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#perundungan #aplikasi #SMAN 1 Rogojampi #Gempur