Masih Punya Utang Puasa Ramadan? Begini Cara Niat dan Tata Cara Qadha Puasa Ramadhan Sekaligus Puasa Sunnah Rajab

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 15 Januari 2024 | 18:05 WIB
ILUSTRASI niat dan tata cara puasa Rajab.
ILUSTRASI niat dan tata cara puasa Rajab.

RadarBanyuwangi.id – Puasa Ramadhan wajib hukumnya untuk kaum muslim dan muslimat yang sudah aqil baligh.

Dan, waktu melaksanaan ibadah puasa Ramadhan harus dilakukan di dalam bulan Ramadhan.

Tapi, sesesorang diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadhan jika menghadapi kondisi tertentu. Seperti haid, nifas, menyusui, sakit, dan berusia lanjut, dll.

Namun, setiap muslim dan muslimat yang tidak berpuasa di bulan Ramadhan, wajib menggantinya di luar bulan Ramadhan.

Mengganti puasa Ramadhan hukumnya wajib dan harus dikerjakan sesuai jumlah hari yang ditinggalkan, seperti yang terdapat di dalam surat Al-Baqarah ayat 184.

اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗوَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗوَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

Nah, berikut ini adalah informasi terkait niat dan tata cara qadha puasa Ramadhan yang dilaksanakan di bulan Rajab.

Ini adalah niat bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, namun juga ingin mengamalkan puasa sunnah di bulan Rajab.

Berikut adalah tata cara mengganti puasa Ramadhan dengan puasa sunnah Rajab:

Pertama, melafalkan niat qadha puasa:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى

(Nawaitu shauma ghadin 'an qadhaa'i fardhi syahri Ramadhaana lillaahi ta'aalaa)

Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa bulan Ramadan esok hari karena Allah Ta'ala."

Dengan niat tersebut, maka pahala puasa sunnah Rajab tetap bisa diperoleh seseorang. Meskipun niat yang ia baca hanya niat puasa qadha Ramadhan.

Kedua, mempercepat waktu qadha. Dalam hal ini, tidak ada ketentuan kapan harus melakukan puasa sunnah Rajab.

Anda bisa melakukannya meski hanya 1 hari, 7 hari, 10 hari atau lebih.

Mengganti puasa bisa dilakukan setelah Ramadhan sampai akhir bulan Sya'ban.

Ketiga, boleh mengganti puasa dengan cara berturut-turut maupun terpisah.

Keempat, barang siapa tidak mengganti puasanya hingga masuk bulan Ramadhan tahun selanjutnya, padahal ia mampu dan sempat, maka ia berdosa.

Kelima, jika seseorang tidak mampu sama sekali untuk mengganti puasa maka ia tidak berdosa. Ia sebaiknya mengganti puasanya di hari yang lain.

Ketujuh, Orang yang meninggal dunia dan belum sempat mengganti puasanya, padahal ia mampu, maka ahli warisnya wajib membayar tunggakan puasa itu.

Meskipun demikian, penting untuk membayar utang puasa pada bulan Ramadhan berikutnya sebelum tiba waktu Ramadhan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
qadha niat tata cara sunnah utang puasa rajab ramadhan