Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PKM Poliwangi Ciptakan Aplikasi Monitoring Kegiatan untuk Desa Pendarungan

Sigit Hariyadi • Sabtu, 9 Desember 2023 | 17:00 WIB
GESTUR BANYUWANGI: Tim Pengabdian Masyarakat Poliwangi foto bersama kades dan perangkat Desa Pendarungan.
GESTUR BANYUWANGI: Tim Pengabdian Masyarakat Poliwangi foto bersama kades dan perangkat Desa Pendarungan.

KABAT, RadarBanyuwangi.id – Guna memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) kembali menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Sasaran PKM kali ini yakni Desa Pendarungan, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Sejumlah dosen dan mahasiswa menggelar kegiatan bertajuk ”Penerapan Aplikasi Monitoring Kegiatan Desa dalam Upaya Pengendalian Ketercapaian Tujuan pada Penyelenggaraan Pemerintahan”.

Perangkat desa dapat memasukkan data rencana kegiatan, pembiayaan, sumber dana, progres kegiatan, hingga status kegiatan.

Dengan demikian, data yang dimasukkan dapat dimonitor dan dilihat kapan pun di mana pun secara real time berbasis website.

PKM kali ini bertujuan sebagai upaya transfer ilmu dengan implementasi aplikasi monitoring untuk membantu mempermudah tata kelola administrasi kegiatan pada mitra dalam upaya membantu pencapaian tujuan penyelenggaraan pemerintahan desa.

Peserta kegiatan yang digelar pada 26 Oktober lalu tersebut meliputi Kepala Desa (Kades) Pendarungan Adi Purwanto SPd beserta seluruh perangkat desa setempat selaku mitra dan pengguna aplikasi.

Kegiatan juga diikuti dosen dan mahasiswa Poliwangi sebagai pembuat aplikasi. Di jajaran dosen, peserta kegiatan meliputi Ketua Tim Eka Mistiko Rini SKom serta Dianni Yusuf SKom MKom, Agus Priyo Utomo SST MTrKom, Farizqi Panduardi SST MT, dan Endi Sailul Haq ST MKom selaku anggota.

Ada pula dua mahasiswa yang terlibat sebagai anggota tim, mereka adalah Maulana Malik Ibrahim dan Muhamad Nur Hanip.

Mahasiswa memiliki peran dalam pengerjaan pembuatan aplikasi sebagai implementasi dari PBL (problem based learning).

Permasalahan yang diangkat adalah permasalahan yang ada di dunia nyata yang tidak terstruktur.

Desa Pendarungan dipilih sebagai lokasi pengabdian masyarakat lantaran desa yang dimpimpin Kades Adi Purwanto tersebut terus melakukan transformasi digital, yakni menggunakan aplikasi Smart Kampung untuk mendukung proses pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga: Parpol Pengusung Bersinergi Menangkan Ganjar-Mahfud di Banyuwangi

Kepala desa dan perangkatnya merasakan manfaat keberadaan teknologi informasi (TI).

Dengan pemanfaatan TI, proses layanan kepada masyarakat menggunakan teknologi informasi menjadi jauh lebih mudah, mulai dari proses layanan hingga pendataan dan pelaporannya.

Ketua Tim Eka Mistiko Rini SKom mengatakan, kegiatan PKM di Desa Pendarungan diselenggarakan dalam rangka memberikan pelatihan penggunaan aplikasi yang telah dibuat.

Aplikasi monitoring ini dibangun berbasis website sehingga pengguna dapat dengan mudah melihat dan menggunakan aplikasi tersebut.

”Aplikasi monitoring yang diterapkan memiliki manfaat untuk mempermudah melakukan rekap data dan mengetahui progress sejauh mana kegiatan yang telah atau pun belum terlaksana,” ujarnya.

Eka berharap, solusi tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan sehingga mitra dapat lebih mudah mengetahui progres kegiatan yang terlaksana atau pun yang belum.

”Dengan demikian kegiatan yang direncanakan dalam musyawarah desa (musdes) dapat terealisasi dengan baik sesuai tahun anggarannya,” pungkasnya. (*/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#administrasi #pengabdian #aplikasi #Kegiatan #poliwangi #Monitoring #website