Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bupati Ipuk Minta Pramuka Jadi Garda Depan Anti Perundungan di Lingkungan Sekolah

Sigit Hariyadi • Sabtu, 25 November 2023 | 18:00 WIB
MARI PEDULI: Bupati Ipuk Fiestiandani saat menghadiri orientasi Mabigus Pramuka di Banyuwangi pada Rabu (22/11).
MARI PEDULI: Bupati Ipuk Fiestiandani saat menghadiri orientasi Mabigus Pramuka di Banyuwangi pada Rabu (22/11).

RadarBanyuwangi.id – Kolaborasi lintas elemen untuk mencegah perundungan terus dilakukan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Kali ini, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Banyuwangi tersebut mengajak para anggota pramuka menjadi garda depan mencegah bullying di lingkungan sekolah.

Hal tersebut disampaikan Ipuk pada kegiatan orientasi Majelis Pembimbing Gugus Depan (Mabigus) yang diikuti ratusan kepala sekolah tingkat SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA se-Banyuwangi pada Rabu lalu (22/11).

”Pramuka dengan nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma harus bisa menjadi garda terdepan anti-bullying. Keberadaan anak-anak Pramuka harus bisa mewarnai di sekolahnya masing-masing,” ujarnya.

Masalah perundungan tersebut, imbuh Ipuk, kerap terjadi di lembaga pendidikan. Dia mengaku telah menerima laporan sementara terkait survei cepat terhadap anak-anak Banyuwangi usia 10–18 tahun.

”Ya sementara hasilnya menunjukkan bahwa bullying yang dialami seorang siswa sebagian besar terjadi di lingkungan sekolah. Yang melakukan perundungan sebagian besar adalah kawannya,” kata Ipuk.

Ipuk menyatakan keprihatinannya terhadap kasus perundungan yang terjadi akhir-akhir ini, baik yang menimpa siswa SMP maupun SD. Hal ini menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pendidikan di Banyuwangi.

Untuk itu, Ipuk mengajak semua pendidik dan keluarga untuk tidak henti mengajarkan tentang pendidikan akhlak. 

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga membahas masalah penanganan anak putus sekolah. Dia mengatakan, target pemerintah tidak ada anak miskin yang tidak bisa sekolah di Banyuwangi.

”Masalah putus sekolah tidak saja menjadi tanggung jawab Dinas Pendidikan tapi kita semua, jika ada anak yang kesulitan untuk melanjutkan sekolah, langsung koordinasikan dengan pihak terkait dan selesaikan,” ujar Ipuk.

Ipuk meminta para kepala sekolah mengajak warga sekolah, baik guru dan siswa yang aktif sebagai anggota pramuka maupun tidak untuk peka terhadap lingkungan sekitar.

Misalnya dengan menolong warga miskin yang sakit karena malnutrisi atau memiliki anak tengkes (stunting).

”Tengok kanan tengok kiri, libatkan guru dan siswa untuk membantu bisa lewat dana siswa asuh sebaya (SAS) atau sedekah Jumat yang disisihkan dari uang jajan untuk diberikan kepada siswa yang kurang mampu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Sugirah yang juga Ketua Kwarcab Pramuka Banyuwangi menyampaikan bahwa kegiatan Orientasi Mabigus tersebut untuk memberikan pemahaman bagi para kepala sekolah selaku ketua Mabigus.

”Dengan kursus orientasi ini, harapannya pemahaman kepala sekolah yang memiliki fungsi sebagai Mabigus akan meningkat. Sehingga, berdampak pada peningkatan pembinaan pramuka di sekolah maupun generasi muda,” ujarnya. (sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#perundungan #bullying #sekolah #pramuka #Ipuk Fiestiandani #banyuwangi