TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng - Perjalanan Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA) Blokagung menjadi perguruan tinggi terbaik di Banyuwangi semakin terbuka. Kampus di bawah naungan Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari, itu naik tingkat menjadi Universitas KH Mukhtar Syafaat (UIMSYA), Kamis (23/11).
Grand launching UIMSYA itu, digelar di Kampus 2 Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari. “Ini berkah yang luar biasa. Hari ini, IAIDA berubah status menjadi universitas,” kata Rektor UIMSYA, Dr KH Ahmad Munib Syafa'at Lc MEI.
Menurut Gus Munib, saat IAIDA beralih menjadi UIMSYA, segala yang sebelumnya tidak bisa dilakukan, kini bisa mulai dijajaki. Salah satunya penambahan jurusan yang bersifat kejuruan. “UIMSYA bisa membuka jurusan yang berbasis teknologi dan kejuruan seperti kedokteran, teknik mesin, atau hukum. “Basis pendidikan yang semula didominasi para santri dengan ilmu keagamaan yang bagus, kini bisa ditambah dengan ilmu yang tidak diajarkan di pesantren,” tuturnya.
Saat ini, jelas dia, UIMSYA memiliki tiga fakultas, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Dari ketiga fakultas itu, ada 11 program studi (Prodi), yakni Prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris Bahasa Inggris (TBIG), Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Bimbingan dan Konseling Islam (BKI), Ekonomi Syariah (ESY), Perbankan Syariah (PSY), Tadris Matematika (TMTK), dan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam (TIPA). “Yang satu Program Pascasarjana S2 Manajemen Pendidikan Islam (MPI) S2),” bebernya.
Dalam launching ini, Gus Munib juga dikukuhkan sebagai Rektor UIMSYA oleh ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, KH Drs M Hasyim Syafa'at. “Perjalanan sampai titik menjai UIMSYA ini butuh waktu lama,” cetusnya.
Gus Munib menyebut dalam perjalanan itu melangkah dari yang mampu dilakukan. Saat berdiri pada 2001, masih Sekolah Tinggi Agama Islam Darussalam (STAIDA), pada 2014 naik menjadi Institut Agama Islam Darussalam (IAIDA). “Dan pada 2023 ini menjadi universitas,” katanya.
Putra pendiri dan pengasuh pertama Pondok Pesantren Darussalam Blokagung KH Mukhtar Syafaat Abdul Gofur itu berharap, nantinya UIMSYA bia menambah khazanah keilmuan di Bumi Blambangan. Saat ini, hampir 2000 mahasiswa yang sedang belajar di kampusnya. “Kita akan bersaing dengan perguruan tinggi lain, meski kita berada di desa dan jauh dari kota, tapi bisa menunjukkan kompetensi yang lebih baik,” ucapnya.
Dengan bangga Gus Munib menyebut, kualitas tenaga pengajar di UIMSYA punya kompetensi yang ciamik. Ada 13 dosen bergelar Doktor, dan sembilan dosen sedang menempuh S3. Ia berharap bisa menambah kualitas pengajaran pada mahasiswa. “Saat ini kita sudah tidak tersekat (dengan universitas lain). Harapannya UIMSYA bisa terus diberkahi agar bisa melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi