Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kolaborasi dengan SIKIA Unair, Mahasiswa Poliwangi Ciptakan Aplikasi Deteksi Dini Pencegahan Stunting

Syaifuddin Mahmud • Senin, 30 Oktober 2023 | 23:11 WIB
KOMPAK: Perangkat desa, kader posyandu, dosen Poliwangi, dosen SIKAI Unair, dan ibu-ibu posyandu Mawar 6 Desa Wonosobo, Kecamatan Srono berfoto dengan mahasiswa Poliwangi.
KOMPAK: Perangkat desa, kader posyandu, dosen Poliwangi, dosen SIKAI Unair, dan ibu-ibu posyandu Mawar 6 Desa Wonosobo, Kecamatan Srono berfoto dengan mahasiswa Poliwangi.

RadarBanyuwangi.id – Sebagai upaya untuk ikut serta menurunkan angka stunting alias tengkes di Indonesia, Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) melakukan pengabdian kepada masyarakat di Desa Wonosobo, Kecamatan Srono.

Pengabdian ini  berkolaborasi dengan Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga di Banyuwangi.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai pencegahan stunting kepada ibu-ibu Posyandu Mawar 6 Desa Wonosobo.

Dosen Gizi Kesehatan Masyarakat SIKIA Universitas Airlangga Septa Indra Puspikawati, SKM, MPH menjelaskan pentingnya pemberian gizi yang cukup terutama pada 1.000 hari pertama. Peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi balita sangat diperlukan kepada ibu-ibu.

”Peran dari kader posyandu juga penting untuk mendampingi orang tua balita agar tumbuh kembang anak terkontrol dan angka stunting dapat ditekan,’’ kata Septa Indra Puspikawati.

Sebagai bentuk partisipasi dalam pencegahan stunting di Indonesia, program studi D-IV Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) berkolaborasi dengan Prodi Kesehatan Masyarakat SIKIA Unair  dengan mengembangkan aplikasi bernama NOSTING (no stunting).

Dengan hadirnya aplikasi ini diharapkan akan mempermudah kader untuk monitoring ibu dan anak sebagai upaya deteksi dini stunting.

Dosen Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Poliwangi Dianni Yusuf menjelaskan, aplikasi NoSting mengambil konsep yang hampir mirip seperti buku Kartu Menuju Sehat (KMS) yang biasa digunakan oleh ibu-ibu untuk melihat tumbuh kembang anak-anak mereka.

Aplikasi ini dikembangkan oleh tim dari Program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Poliwangi beranggotakan Helmi Nafan Ananda, Azril Praya Prasetyo, Mohammad Aji Hermansya, Xavier Is’ad Ariel, Virgianita Ramadhani Susilo Putri, dan Diah Rita Nurkholifah.

Tim pengembangan aplikasi ini diketuai langsung oleh salah satu dosen dari program Studi Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak Dianni Yusuf, SKom, MKom beranggotakan Eka Mistiko Rini, SKom, MKom, Wahyu Naris Wari, ST, MT, Sepyan Purnama Kristanto, SKom, MKom, dan Dosen Ilmu Gizi dan Kesehatan Masyarakat Septa Indra Puspikawati, SKM, MPH dari SIKIA Unair.

”Dengan hadirnya aplikasi ini diharapkan orang tua bayi dapat memonitoring tumbuh kembang anak-anak dan pentingnya kesehatan gizi yang baik untuk ibu dan anak. Selain itu dapat memudahkan kader dalam melakukan monitoring kesehatan dari orang tua bayi secara realtime,’’ ujar Dianni Yusuf.

Baca Juga: Aksi Lempar Kaca Mobil Marak Terjadi di Jalan Glenmore-Jember, Polisi Sebut Pelaku Berkendara Motor Vario

Dianni berharap ke depannya ada kolaborasi dan kerja sama antara Poliwangi, SIKIA Unair, Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan instansi lain terkait implementasi NoSting di seluruh posyandu di Banyuwangi.

”Dengan kolaborasi banyak pihak, data kesehatan ibu dan anak di wilayah Banyuwangi dapat terdata dan termonitoring dengan baik sehingga bisa meminimalisasi stunting,’’  kata Dianni Yusuf. (*/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#SIKIA Unair #aplikasi #poliwangi #stunting