RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) menggelar Festival Entrepreneur Pelajar 2023.
Ratusan karya kreatif dan inovatif pelajar jenjang SMP/sederajat se-kabupaten the Sunrise of Java ditampilkan pada event yang digelar di Creative Hub Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (23/9) tersebut.
Meskipun masih berusia belasan tahun, para pelajar tersebut percaya diri mengenalkan produk-produknya hasil kreasinya. Bahkan, banyak di antara mereka yang memanfaatkan teknologi dalam memproduksi karyanya.
Bupati Ipuk Fiestiandani membuka secara langsung festival yang diikuti 35 tim dari sejumlah SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Bumi Blambangan tersebut.
Orang nomor satu di jajaran Pemkab Banyuwangi ini mengaku sangat takjub dan bangga. Dia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta.
Bupati Ipuk mengatakan, festival ini tidak sekadar ajang pameran, tapi juga mendorong tumbuhnya jiwa entrepreneur yang kelak bisa dikembangkan siswa.
“Festival ini merupakan upaya untuk mendorong generasi muda yang kreatif dan inovatif, sehingga dari ide-ide kreasinya kelak mereka bisa memperoleh penghasilan,” ujarnya.
Menurut Ipuk, jiwa kewirausahaan perlu diasah sejak dini. Disrupsi yang terjadi dewasa ini, kata dia, memunculkan banyak peluang baru yang bisa digali para entrepreneur.
“Ini sarana yang kami buat untuk membentuk karakter anak agar mampu menangkap peluang dan cakap berinovasi,” imbuhnya.
Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengaku, festival entrepreneur sangat relevan dengan model pembelajaran yang saat ini dikembangkan, yakni Implementasi Kurikulum Merdeka.
Para peserta diharapkan bisa mengembangkan diri, lebih banyak bertanya, serta lebih banyak mencoba. Festival entrepreneur pelajar kali ini fokus mengambil materi terkait prakarya, seni budaya, entrepreneurship.
“Kegiatan ini juga kami sandingkan dengan para pelaku usaha dan pelaku seni Banyuwangi agar lebih memunculkan jiwa entrepreneur lebih menjiwai,” tuturnya.
Suratno juga melibatkan beberapa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Banyuwangi yang usahanya telah berjalan dan berhasil memperoleh laba cukup sehingga para pelajar bisa mendapatkan ilmu dan materi terkait hal tersebut.
Selain itu ada juga pelaku seni yang sudah cukup kompeten untuk memberikan materi dalam bentuk workshop, sehingga pengetahuan siswa lebih meningkat dan berkembang.
”Berbagai kegiatan ini salah satu bentuk penunjang. Selain untuk menumbuhkan self confident diharapkan siswa lebih menumbuhkan keterampilan dalam mengidentifikasi kemampuan dirinya sehingga bakat dan minat tersebut murni dari keinginan sang anak,” ungkapnya.
Kepala Bidang (kabid) SMP Alfian menambahkan, Festival Entrepreneur Pelajar adalah bentuk pembelajaran yang baik untuk pengembangan soft skill siswa selama di sekolah.
Dia mengaku, selain pameran, ada juga workshop entrepreneur hingga pelatihan informatika yang didampingi oleh juara program Jagoan Digital Banyuwangi. Festival ini bagian amanah dari kurikulum Merdeka.
”Sebab, saat ini kualitas sumber daya manusia (SDM) salah satunya dilihat dari kemampuan dalam memiliki keterampilan, menguasai teknologi, serta memiliki pengetahuan yang luas, dan keahlian profesional dalam ber-entrepreneur. Ke depan ilmu tersebut pasti sangat bermanfaat. Setidaknya pembelajaran telah mendapatkan materi sejak dini,” pungkasnya. (tar/sgt)
Editor : Ali Sodiqin