RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi kembali meluncurkan program ”Banyuwangi Ayo Kursus” (BAK). Lewat program ini, ratusan peserta dibekali beragam keterampilan di berbagai bidang.
Lebih dari 20 jenis kursus tersedia secara gratis untuk peserta. Di antaranya multimedia dan desain grafis, digital marketing, kreator konten, barista, barbershop (pangkas rambut), bahasa (Inggris, Jepang, Mandarin), pariwisata dan perhotelan, tata rias pengantin atau makeup artist (MUA), tata boga (chef), tata busana (menjahit), hingga merangkai bunga dan buket.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, program ini memberikan kesempatan kepada warga untuk meningkatkan kompetensinya melalui berbagai jenis kursus keahlian.
”Ini adalah upaya berkelanjutan yang dilakukan oleh pemkab untuk memberikan keterampilan dan keahlian bagi sumber daya manusia (SDM) daerah. Harapan kami semakin banyak warga Banyuwangi yang bisa berdikari secara ekonomi, kalaupun ikut bekerja dengan orang maka keterampilannya sudah mumpuni dan lebih mudah mendapat pekerjaan,” ujarnya kemarin (19/9).
Penyelenggaraan program BAK telah memasuki tahun kedua. Setiap tahun hampir seribu orang antusias mengikuti kursus gratis ini.
”Saya berpesan agar peserta yang berkesempatan mendaftar program ini bisa mengikuti kursus dengan sungguh-sungguh. Agar ilmunya benar-benar terserap dan bisa diaplikasikan dengan baik,” imbuh Ipuk.
Pemkab Banyuwangi setiap tahun menggelar berbagai program peningkatan skill bisnis hingga pemberian bantuan modal usaha.
Di antaranya dengan menggeber program inkubasi pengusaha muda melalui Jagoan Banyuwangi. Ada juga pelatihan digital marketing bagi pemuda, membatik, serta membuat kerajinan dan kue kering.
”Kami berharap semua ikhtiar yang dilakukan oleh pemkab bisa terus menggeliatkan perekonomian warga dan memajukan daerah,” harap Ipuk.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno menambahkan, Banyuwangi Ayo Kursus tahun ini terdiri atas 40 kelas.
Baca Juga: Dukung Prabowo, Kader Demokrat Siap Amankan Instruksi Partai
Sebagai pelaksana pengajar kursus, pemkab bekerja sama dengan 25 lembaga kursus dan pelatihan (LKP) se-kabupaten the Sunrise of Java.
”Bidang kursus yang banyak peminatnya dibuka lebih dari satu kelas. Misalnya pembuatan video kreatif, bahasa asing, pemandu wisata, dan tata boga,” terangnya.
Suratno menuturkan, total peserta BAK 2023 mencapai 660 orang yang tersebar merata di 45 LKP di Banyuwangi.
Kursus akan dilakukan sebanyak lima kali pertemuan. Pelaksanaan kursus sudah dimulai pada Senin (18/9).
”Kami berharap setelah kursus, peserta bisa mulai membuka usahanya sendiri,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Dispendik Nuriyatus Sholeha berharap, para peserta yang mengikuti program BAK 2023 dapat mengikuti kursus secara serius.
Tujuannya, tentu agar seluruh peserta bisa mendapatkan hasil yang maksimal untuk dipraktikkan di lapangan secara terampil dan kompeten.
”Saya mengucapkan terima kasih atas support dari pemilik dan rekan LKP yang luar biasa. Semoga ilmu yang diberikan dapat bermanfaat kepada masyarakat,” jelasnya.
Owner LKP Desy Education Handoyo mengaku, peserta dalam program Banyuwangi Ayo Kursus kali ini lebih beragam.
Tidak hanya anak muda, banyak juga kalangan ibu rumah tangga dan bapak-bapak yang ingin mencoba berbisnis dan meningkatkan skill-nya.
”LKP Desy Education tahun ini menyediakan kursus untuk seluruh peserta dalam tiga tema berbeda. Di antaranya yaitu tata boga, perhotelan, dan pemandu wisata,” kata Handoyo.
LKP Titi Wangi juga berpartisipasi dalam program BAK 2023. Pelatihan yang diberikan yakni merangkai bunga. Pelatihan tersebut diikuti oleh puluhan ibu rumah tangga di wilayah Kecamatan Banyuwangi.
”Tahun lalu saya mengambil tema sanggul, bidang kecantikan. Kali ini bersama ibu-ibu peserta saya ambil merangkai bunga karena jarang sekali yang mengambil tema tersebut. Namun, kenyataannya di lapangan ilmu merangkai bunga sangat dicari dan diperlukan,” ujar Hj Lismiyana, Owner LKP Titi Wangi. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin