RadarBanyuwangi.id – Program Studi Kesehatan Masyarakat SIKIA Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi bekerja sama dengan Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYSA) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat (pengmas) di Puskesmas Sambirejo dan Puskesmas Sempu.
Pengmas diselenggarakan dengan tujuan meningkatkan capaian suspek tuberkulosis (TBC) di Bumi Blambangan.
Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta di setiap wilayah kerja Puskesmas Sambirejo dan Puskesmas Sempu.
Pengmas dengan tema ”Pembentukan Kader Tuberkulosis melalui Sosialisasi Partisipatif sebagai Upaya Menaikkan Capaian Suspek di Puskesmas” tersebut melibatkan dosen epidemiologi Program Studi Kesehatan Masyarakat, mahasiswa, serta stakeholder terkait.
Berdasarkan data terbaru, Banyuwangi masih berada di peringkat tiga besar dengan prevalensi TBC yang tinggi.
Tahun 2021, case detection rate (CDR) juga masih di bawah target nasional, yaitu hanya mencapai 51 persen dari target 90 persen yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.
Ketua Pelaksana Pengmas Ayik Mirayanti Mandagi SKM MKes mengatakan, rangkaian pengmas mencakup pemaparan materi terkait situasi kebijakan penanggulangan TBC di Banyuwangi.
Dilanjutkan investigasi kontak rumah tangga dan non-rumah tangga, prosedur pengambilan dan pengiriman spesimen dahak, serta aspek TBC pada anak-anak.
Para peserta juga mendapatkan informasi tentang peran YABHYSA dalam penanggulangan TBC dan kewajiban serta skill yang harus dimiliki oleh kader.
”Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti simulasi investigasi kontak yang dilakukan secara langsung. Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membentuk kader-kader yang tanggap terhadap masalah TBC di masyarakat,” ujar Ayik.
Dia menambahkan, kegiatan pengabdian masyarakat tersebut sejalan dengan tujuan sustainable development goals (SDGs) nomor tiga yakni menanggulangi penyakit menular seperti TBC sedini mungkin.
Ayik berharap, langkah-langkah konkret ini akan membawa dampak positif bagi masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan TBC.
”Melalui pengerjaan 50 soal pre-test lalu kembali post-test pada soal yang sama. Kelompok Puskesmas Sambirejo berpengetahuan meningkat sebesar 86,36 persen. Sedangkan di Puskesmas Sempu pengetahuan meningkat sebesar 81,82 persen. Selain itu, kami juga memberikan modul khusus yang diberikan kepada peserta untuk pegangan dalam menerapkan ilmu yang didapatkan dalam kegiatan sehari-hari,” tandas Ayik. (tar/als/c1)
Editor : Ali Sodiqin