RadarBanyuwangi.id – Ditempa seperti wartawan beneran. Diajak hunting foto dan berburu berita di lapangan.
Selama lima hari, sebanyak 13 mahasiswa Institut Agama Islam Darussalam (IADA) Blokagung mengikuti Kemah Jurnalistik yang berlangsung di kantor Jawa Pos Radar Banyuwangi.
Peserta Kemah Jurnalistik sebanyak 13 orang. Tiga mahasiswa, sepuluh mahasiswi. Mereka berasal dari berbagai jurusan di kampus yang dipimpin Dr Ahmad Munif Syafaat Lc MEI tersebut.
Kemah yang berlangsung di Gedung Grha Pena Banyuwangi, kantor Radar Banyuwangi dimulai sejak Jumat (18/8) hingga Selasa kemarin (22/8).
Pagi ini (23/8) para peserta akan meninggalkan Radar Banyuwangi. Mereka mengaku senang bisa mendapatkan teori sekaligus praktik langsung di lapangan. Selama menjalani kemah, peserta mendapatkan beragam ilmu jurnalistik dasar.
Mulai teknik mencari dan menulis berita, teknik wawancara dan observasi, teknik penyuntingan berita, media online dan manajemen media, teknik fotografi, menulis opini, dan public speaking.
Yang menarik pada sesi wawancara. Panitia sengaja menghadirkan Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara sebagai narasumber yang diwawancarai.
Dengan ilmu yang sudah dimiliki, peserta bertanya kepada Made seputar perpolitikan dan kegiatan di DPRD. Mereka mengajukan pertanyaan seperti wartawan sungguhan lengkap dengan catatan, rekaman, dan kamera ponsel.
Hasil wawancara langsung dituangkan dalam bentuk tulisan yang akan dinilai oleh panitia. Sesi yang tak kalah seru adalah hunting foto dan berita di lapangan.
Peserta diajak foto di Pantai Boom yang terkenal dengan view Selat Bali-nya itu. Peserta diberi kebebasan mengeksplorasi semua keelokan yang dimiliki Marina Boom.
Pada Senin pagi (21/8) peserta disebar ke sejumlah titik untuk berburu berita. Ada yang ke Pasar Banyuwangi, Satpol PP, Dinas Damkarat, dan keindahan bantaran Kalilo.
Mereka didampingi langsung wartawan Radar Banyuwangi yang sudah bertahun-tahun terjun ke lapangan.
Di kantor Satpol PP, peserta diterima hangat oleh Kepala Satpol PP Wawan Yatmadi. Peserta diberi penjelasan seputar tugas dan peran Satpol PP.
Ada pula peserta yang berburu berita ekonomi di Pasar Banyuwangi dan liputan perajin tempe tahu di bantaran Kalilo.
”Seru pokoknya. Kami bisa merasakan suka duka wartawan. Ini pengalaman sangat berharga,” ujar Fatma, salah satu peserta Kemah Jurnalistik dari jurusan Bimbingan Konseling Islam (BKI).
Senada dengan Fatma, Rouf juga mendapatkan pengalaman menarik dari Kemah Jurnalistik selama lima hari tersebut. Bagi Rouf, teori sekaligus praktik jurnalistik tersebut akan diterapkan di kampus nanti.
”Teman-teman yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) merasa terbantu dengan kegiatan ini,” kata mahasiswa jurusan Ekonomi Syariah tersebut.
Pada hari terakhir, seluruh peserta Kemah Jurnalistik dibekali pengetahuan public speaking dan mahir menjadi pemandu acara (MC).
Kegiatan itu dipandu langsung oleh wartawan Radar Banyuwangi Dedy Jumhardiyanto. Dedy cukup berpengalaman di bidang dunia penyiaran dan public speaking.
Terakhir, Dedy didapuk menjadi MC acara Festival Tradisi Islam Nusantara (FTIN) dalam peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Diponegoro Banyuwangi yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo.
Para peserta kemah jurnalistik begitu menikmati sesi materi public speaking tersebut. Peserta juga langsung praktik public speaking di hadapan peserta lainnya.
”Selama mengikuti Kemah Jurnalistik, peserta kami minta mewawancarai ketua DPRD Banyuwangi, kepala Satpol PP, dan pedagang di Pasar Banyuwangi. Hasil wawancara dan hunting langsung ditulis. Selama mengikuti kemah, peserta kami beri materi seperti dalam uji kompetensi wartawan (UKW) untuk jenjang muda,” ujar Syafifuddin Mahmud, Pemimpin Redaksi Radar Banyuwangi. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin