RadarBanyuwangi.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim tahun ini resmi memberlakukan ANBK sebagai pengganti UNBK.
Dilansir dari situs ANBK Kemdikbud, ANBK adalah singkatan dari Asesmen Nasional Berbasis Komputer. Merupakan program evaluasi yang diselenggarakan Kemendikbud.
ANBK sebagai pengganti UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) ini adalah upaya penilaian terhadap mutu setiap sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Meski demikian, ANBK tidak menggantikan peran UNBK dalam mengevaluasi prestasi atau hasil belajar murid secara individual.
Namun, ANBK menggantikan peran UNBK sebagai sumber informasi untuk memetakan dan mengevaluasi mutu sistem pendidikan di seluruh Indonesia.
Sebenarnya ANBK yang sudah diterapkan sejak tahun 2021 lalu. Namun masih berupa Survei Lingkungan Belajar. Sedangkan pelaksanaan sinkronisasi simulasi Asesmen Nasional dimulai pada 2022.
Nah, pada 2023 ini, ANBK terdiri dari tiga instrumen utama. Yaitu, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter (SK), dan Survei Lingkungan Belajar (SLK).
Dilansir dari Media Indonesia, instrumen Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) ditujukan mengukur literasi membaca dan literasi matematika para siswa. Literasi membaca diartikan sebagai kemampuan siswa memahami dan menguasai berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah.
Sementara, literasi matematika adalah kemampuan berpikir siswa dengan menggunakan perhitungan dalam menyelesaikan suatu soal masalah.
Sedangkan Instrumen Survei Karakter (SK) adalah siswa akan diukur melalui enam karakter profil pelajar pancasila. Yaitu akhlak, kebinekaan, gotong royong, mandiri, dan nalar kritis.
Terakhir adalah SLK atau Survei Lingkungan Belajar. Survei ini dikerjakan oleh seluruh instrumen sekolah. Seperti siswa, guru, hingga kepala sekolah. (*)
Editor : Ali Sodiqin