BANYUWANGI – Tahun 2023 ini, melalui sumber dana DIPA PNBP Politeknik Negeri Banyuwangi, kami sebagai tim Pengabdian Kepada Masyarakat yang diketuai oleh Dadang Dwi Pranowo, S.T., M.Eng Dosen Jurusan Teknik Sipil, Agus Priyo Utomo, S.ST., M.Tr. Kom. Dosen Teknik Informatika, dan Zulis Erwanto, S.T., M.T Dosen Jurusan Teknik Sipil telah menerapkan hasil penelitiannya dalam bentuk produk beton pracetak berbentuk U (U-ditch).
Beton pracetak terbuat dari komposisi bahan pasir pasang, kerikil, semen PCC tipe I, air, dan abu terbang (fly ash). Pengunaan abu terbang (fly ash) untuk mereduksi semen supaya lebih efisien namun mutu tekan beton tetap memenuhi syarat.
Teknologi bahan bangunan ini diterapkan ke dalam suatu kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat di Kelurahan Giri dalam rangka peningkatan mutu dan pemeliharaan infrastruktur utilitas jalur pipa distribusi air bersih.
Rangkaian kegiatan dimulai tanggal 26 Juni 2023 bertempat di Balai RW Lingkungan Karangente Giri RT. 01/ RW. 05 kami telah melakukan silahturami dan sosialisasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dihadiri oleh Bapak Helmi Afandi, S. AP selaku Lurah Giri, Bapak Asnan selaku Ketua RW, Pengurus Ta’mir Masjid Nur-Rohmah, 12 orang warga Lingkungan Karangente, dan beberapa mahasiswa Program Studi D-III Teknik Sipil Politeknik Negeri Banyuwangi. Hasil sosialisasi berupa pemaparan latar belakang kegiatan, maksud dan tujuan kegiatan, dan rencana kerja kegiatan.
“Rencana kerja yang kami tawarkan kepada warga kelurahan Giri Dusun Karangente berupa penyuluhan pemeliharaan jaringan pipa air bersih dengan penerapan beton pracetak berbentuk U (U- ditch) sebagai pelindung jalur pipa dan juga bisa dimanfaatkan untuk perbaikan saluran drainase rumah warga sekitar. Selain itu, kami juga akan mengadakan pelatihan pembuatan beton pracetak tersebut bersama para warga, serah terima alat pemadat beton elektrik, perlengkapan K3, dan beberapa unit beton pracetak (U- ditch). Beton pracetak tersebut nantinya akan diterapkan saat kegiatan pemeliharaan infrastruktur jaringan pipa air bersih,” papar Dadang.
Di Lingkungan Karangente Giri RT. 01/ RW. 05 Kabupaten Banyuwangi, pada awalnya memiliki permasalahan terkait infrastruktur penyediaan air bersih. Penyediaan sarana dan prasarana berupa fasilitas tandon dan pipa distribusi yang diadakan secara swadaya oleh masyarakat Kelurahan Giri dan dikelola Ta’mir Masjid Nur- Rohmah belum optimal dan kurang memenuhi syarat teknis.
Kondisi ini menurunkan kinerja distribusi pipa air baku karena sering mengalami kerusakan saat digunakan di beberapa titik tertentu. Pemilihan bahan dan cara pemasangan pipa intake dari hulu ke hilir juga menjadi salah satu kendala yang dihadapi.
Salah satu jenis kerusakan pipa distribusi yaitu pecah karena terlindas kendaraan berat pada posisi melintang jalan. Pada kondisi eksisting, pipa yang dipasang di tanah oleh warga desa tidak cukup dalam dan tidak dilindungi oleh bahan yang keras untuk menahan beban kendaraan.
Hal inilah yang menjadi perhatian dari tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Banyuwangi untuk membuat produk inovasi berupa beton pracetak berbentuk U (U-Ditch) Precast sistem modular untuk proteksi jaringan pipa air bersih tersebut agar terhindar dari kerusakan.
Berdasarkan hasil sosialisasi bersama warga dan Lurah Giri, bahwasanya program kegiatan Pengabdian Kepada Mayarakat (PKM) kami disambut dengan hangat dan tangan terbuka begitu pula warga sangat antusias serta sangat kooperatif.
“Berharap program- program seperti ini tidak hanya di Dusun Karangente, melainkan bisa diterapkan di seluruh Kelurahan Giri,” tandas Lurah Giri.
“Kami bersedia membantu dan memfasilitasi dalam bentuk program pengabdian dan menampung semua permasalahan-permasalahan yang terjadi di Kelurahan Giri untuk bisa kerjasama dengan Poliwangi dalam Program Desa Binaan atau Program Desa Tematik agar program pemberdayaan desa terus berkesinambungan,” balas Dadang.
Tindak lanjut dari hasil sosialisasi tersebut akhirnya pada tanggal 16 Juli 2023 dilakukan kegiatan penyuluhan pemeliharaan infrastruktur utilitas jaringan pipa air bersih yang dihadiri peserta sebanyak 11 orang yang terdiri dari Ketua RW, beberapa warga Dusun Karangente yang berprofesi sebagai tukang, dan beberapa mahasiswa Program Studi D-III Teknik Sipil Politeknik Negeri Banyuwangi.
Pada hari yang sama setelah makan siang dan ishoma, warga melanjutkan kembali aktivitas yaitu pelatihan pembuatan beton pracetak bersama tim PKM Politeknik Negeri Banyuwangi dan Mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi. Saat pelaksanaan pelatihan, warga dibantu beberapa mahasiswa dalam proses pencampuran bahan adukan beton dengan menggunakan mesin pengaduk/ molen.
Sebelum adukan beton dituangkan pada kotak cetak/bekisiting, terlebih dahulu dilakukan uji slump untuk mengetahui tingkat kelecakan adukan beton. Setelah selesai uji slump, adukan beton tersebut dituang kedalam bekisitng secara bertahap hingga mengisi seluruh volume yang ada dalam bekisting.
Warga menggunakan alat pemadat beton elektrik supaya adukan beton dapat mengisi sela- sela bekisting secara merata dan mendapatkan hasil pemadatan optimal. Untuk mengetahui mutu beton, maka dilakukan pembuatan benda uji silinder beton sebanyak duplo untuk selanjutnya pada umur 28 hari benda uji tersebut akan diuji tekan.
Aktivitas lain yang dilakukan adalah pengambilan sampel air baku untuk di uji kualitas airnya di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyuwangi agar diketahui kadar syarat layak air bersih baik secara kimiawi dan biologis.
Walaupun secara visual warna air yang dihasilkan bening dan cukup jernih. Namun demikian, parameter fisik tersebut tidak cukup untuk menilai kualitas air baku yang ada di Kelurahan Giri, sehingga perlu dilakukan pengujian air sesuai Permenkes Republik Indonesia Nomor 492/ Menkes/ Per/ IV/ 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum.
Diharapkan hasil pengujian dari DLH Kabupaten Banyuwangi terhadap air baku di Dusun Karangente memenuhi kriteria persyaratan air baku dan masyarakat menjadi lebih yakin jika akan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Fungsi beton pracetak berbentuk U (U-ditch) untuk melindungi pipa distribusi air yang ditanam dalam tanah terhadap kemungkinan dilewati kendaraan dan tertimpa beban berat. Dengan cara ini diharapkan cukup efisien dan efektif untuk mengurangi biaya pemeliharaan jalur pipa distribusi air. Beton pracetak berbentuk U dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 60 cm.
Bahan penyusun beton pracetak dibuat dengan memanfaatkan bahan bangunan yang ada disekitar lokasi pekerjaan. Bahan perekat beton pracetak berupa semen PCC tipe I disubstitusi dengan bahan lain yaitu abu terbang yang memiliki nilai ekonomi rendah namun memiliki sifat seperti semen.
Total produk U-ditch yang dihasilkan kurang lebih 24 buah saat diserahterimakan ke mitra. Produk yang terpasang sebanyak 12 buah di dua titik jalur keluar masuk kendaraan bongkar muat hasil perkebunan.
Tahapan pembuatan beton pracetak berbentuk U meliputi: penulangan, pembuatan bekisting, dan pengecoran. Ukuran beton bertulang pracetak terpasang yaitu 30x 30 x 60 cm. Ukuran ini dibuat lebih pendek dari yang ada pada umumnya karena dibuat dalam sistem modular supaya lebih ringan dan mempermudah dalam pemasangan di lapangan.
Besi beton yang digunakan untuk menahan gaya tarik berupa besi Baja Tulangan Polos (BJTP) dengan diameter 6 dan 8 mm dengan nilai kuat tarik (fy) sebesar 240 MPa. Kualitas beton yang digunakan yaitu beton normal dengan kuat tekan (fc’) 15-20 MPa. Pada kondisi tertentu diperlukan beton dengan kualitas tinggi supaya mampu menahan beban kendaraan yang melintas diatas permukaan jalan.
Penempatan pipa distribusi air bersih di dalam beton pracetak yang tertutup menjaga keamanan pipa dari kerusakan dan pecah. Elevasi dasar galian yang diperlukan untuk pemasangan beton pracetak sebesar 50 cm dari muka tanah asli.
Tepatnya pada hari Minggu tanggal 30 Juli 2023 dilaksanakan kerja bakti bersama warga untuk pemasangan saluran precast U-Dicth dimulai dari proses pengukuran panjang letak pemasangan U-Dicth, penggalian tanah yang dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak pipa air bersih yang sudah tertanam, lalu proses pemasangan U-Dicth, kemudian ditimbun kembali pipanya di dalam saluran tersebut agar aman tidak mendapat tekanan dan ditutup kembali saluran tersebut dengan plat beton untuk proteksi dari tekanan dan beban overload dari kendaraan bongkar muat hasil perkebunan yang sering melintasi area tersebut.
Dari kegiatan pengabdian ini, Mitra sangat antusias, interaktif dan gigih mau belajar serta mampu kerja sama dengan sangat baik seperti yang diharapkan. “Diharapkan ada keberlanjutan program untuk menunjang perbaikan infrastruktur di Kelurahan Giri khususnya terkait infrastruktur bangunan penyediaan air bersih baik dari reservoir dan sarana prasarana jaringan pipa air bersih,” harapan Asnan, selaku RW Dusun Karangente. (*)
Editor : Ali Sodiqin