RadarBanyuwangi.id – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi semakin menahbiskan diri sebagai sekolah kesehatan unggulan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa.
Bahkan, dalam sebulan, sekolah tinggi yang satu ini menerima beberapa kunjungan kerja (kunker) rombongan tamu kenegaraan. Mulai Deputi Bidang Penanggulangan Kemiskinan Sekretariat Wakil Presiden, Komisi IX DPR RI, hingga tim Banyuwangi Hijau.
Deputi Bidang Penanggulangan Kemiskinan yang diwakili oleh Asisten Deputi Penanggulangan Kemiskinan Setwapres Abdul Muis berkunjung ke Stikes Banyuwangi didampingi oleh Yunida Zakiah sebagai analis kebijakan dan Nathaniel Bassa sebagai Tenaga Ahli Program Percepatan Penurunan Stunting pada Senin (31/7) lalu.
Kehadiran mereka untuk meninjau tempat pemilahan sampah (TPS) Reduce-Reuse-Recycle (3R) yang ada di Stikes Banyuwangi didampingi oleh tim Banyuwangi Hijau.
Rombongan tamu kenegaraan tersebut disambut hangat oleh Ketua Stikes Banyuwangi DR H Soekardjo, Wakil Ketua II Bidang Sarana Prasarana Erik Toga MKes, dan tim TPS(3R) yang dikoordinatori oleh Pipit Hariyono SKep.
Sekadar diketahui, TPS(3R) merupakan pengelolaan sampah yang saat ini telah terintegrasi. Artinya, semua sampah yang dihasilkan oleh Stikes Banyuwangi bisa selesai di TPS(3R). Proses penguraian sampah tersebut dikembangkan menggunakan pemberdayaan magot.
Selain bermanfaat untuk mengurai sampah, magot tersebut dibudidayakan untuk diperjualbelikan kepada peternak ayam atau pun lele.
”Selain untuk mengatasi permasalahan sampah di lingkungan sendiri (Stikes), program ini juga bisa menjadi sarana edukasi mahasiswa serta sarana percontohan sekolah-sekolah yang ada di Banyuwangi,” kata Koordinator TPS(3R) Pipit Hariyono.
Asisten Deputi Setwapres Abdul Muis mengaku senang bisa melakukan peninjauan di Stikes Banyuwangi. Dia menuturkan bahwa program yang dimiliki dan yang telah dilakukan oleh Stikes Banyuwangi mendukung komitmen bersama tentang percepatan penurunan dan prevalensi tengkes (stunting).
”Adanya TPS(3R) yang dikenalkan pada pendidikan mahasiswa, maka mahasiswa akan menyampaikan dan mengedukasi masyarakat tentang budi daya magot, hal ini bisa membantu perekonomian masyarakat. Peningkatan perekonomian inilah yang berhubungan dengan pencegahan stunting ke depannya,” tutur Abdul.
Sementara itu, Komisi IX DPR RI Bidang Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kependudukan Drs H SY. Anas Thahir beserta rombongan juga melakukan kunjungan ke kampus Stikes Banyuwangi.
Mereka hadir untuk melakukan sharing and hearing terkait program kesehatan yang berlangsung di instansi kesehatan Stikes Banyuwangi pada Senin (17/7).
Ketua Stikes Banyuwangi DR H Soekardjo mengaku tersanjung Stikes Banyuwangi bisa dikunjungi oleh rombongan penting kenegaraan.
Dengan banyaknya promosi yang dilakukan untuk memperkenalkan perkembangan Stikes Banyuwangi saat ini, serta banyaknya dukungan dari berbagai pihak, mulai tingkat regional hingga nasional, dapat menjadikan bukti bahwa kualitas Stikes Banyuwangi telah diakui.
”Kami merasa bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan dari rombongan Setwapres dan Komisi IX DPR RI. Diskusi dan masukan yang diberikan akan kami pelajari dan kemudian akan kami tindak lanjuti,” pungkas Soekardjo. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin