Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PPDB Berakhir, SDN 2 Jambesari Hanya Dapat Lima Murid, Guru Berharap Tidak Ada Merger

Bagus Rio Rohman • Senin, 31 Juli 2023 | 12:30 WIB
MPLS TERAKHIR: Salah seorang guru SDN 2 Jambesari mengajar lima siswa hasil PPDB tahun ini. Pendaftar di sekolah tersebut minim karena jauh dari perkampungan padat penduduk.
MPLS TERAKHIR: Salah seorang guru SDN 2 Jambesari mengajar lima siswa hasil PPDB tahun ini. Pendaftar di sekolah tersebut minim karena jauh dari perkampungan padat penduduk.

RadarBanyuwangi.id – Ruang kelas I SD Negeri 2 Jambesari, Desa Jambesari, Kecamatan Giri, Banyuwangi, terlihat tenang. Kelas tersebut tak seramai sekolah lain.

Maklum, dalam seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini pihak sekolah hanya mampu menjaring lima siswa baru.

Lima murid baru tersebut, Jumat (28/7) mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hari terakhir. Mereka terdiri tiga murid laki-laki dan dua perempuan.  

Meski minim murid, guru SDN 2 Jambewangi tetap semangat memberikan materi pembelajaran.

”Memang benar, dalam masa PPDB tahun 2023 kami hanya mendapatkan lima siswa,” ujar Kepala SDN 2 Jambesari Husnul Khotimah melalui guru mapel olahraga, Muhammad Taufik.

Taufik mengungkapkan, minimnya siswa kemungkinan dampak dari keberhasilan program Keluarga Berencana (KB), yaitu dua anak cukup. Selain itu, jumlah anak-anak di Desa Jambesari sangat sedikit.

Penerapan sistem zonasi, kata Taufik, dirasakan belum merata karena lokasi SDN 2 Jambesari cukup jauh dengan perkampungan.

”Dengan adanya sistem zonasi, kami sangat berharap ada pemerataan siswa agar tidak ada sekolah yang terkena merger (penggabungan),” katanya.

Taufik menyebut, segala upaya telah dilakukan pihak sekolah untuk mendapatkan murid. Mulai dari membagikan brosur hingga pendekatan kepada wali murid.

”Semua sudah kami upayakan semaksimal mungkin, tapi dalam PPDB tahun ini kami hanya mampu mendapatkan lima murid baru,” tuturnya.

Taufik menambahkan, di SDN 2 Jambesari  jumlah keseluruhan murid kelas 1 sampai kelas 6 sebanyak 60. Taufik mengaku prihatin kalau sekolah tersebut akan digabung dengan sekolah terdekat.

”Sekolah akan dimerger jika jumlah muridnya kurang dari 50 orang, makanya kami sangat mengharapkan adanya pemerataan siswa,” terangnya.

Taufik berharap, ada solusi dalam pemerataan siswa sehingga tidak ada sekolah yang terkena penggabungan.

”Harapan kami tetap ada pemerataan siswa agar semua sekolah bisa berjalan seperti biasanya,” pungkasnya. (rio/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#pendidikan #ppdb #siswa #mpls #murid baru #SDN