RadarBanyuwangi.id – Proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMA/SMK negeri terus bergulir. Setelah pendaftaran siswa baru jalur zonasi SMK ditutup, giliran pendaftaran jalur zonasi SMA dibuka mulai Sabtu dini hari (1/7) hingga Minggu (2/7) pukul 23.59.
PPDB jalur zonasi untuk SMK telah dibuka sejak Selasa (27/6) hingga Rabu (28/6). Pengumuman dan daftar cetak bukti penerima dilakukan pada Kamis (29/6). Sedangkan, pendaftar yang lolos mulai melakukan daftar ulang mulai Jumat (30/6) hingga Sabtu (1/7).
Berbeda dengan SMK, pendaftaran jalur zonasi SMA dilakukan mulai Sabtu (1/7) dan berakhir Minggu (2/7). Pengumuman hasil seleksi dilakukan pada Senin (3/7).
Pengelola Data PPDB SMKN 1 Banyuwangi Melanoke Pramanik mengatakan, PPDB jalur zonasi menyediakan kuota sebanyak 10 persen bagi pendaftar. Dia menuturkan, proses pendaftaran di sekolah tersebut berlangsung kondusif dan aman. Terlebih permasalahan titik koordinat yang diambil oleh peserta pendaftar mulai teratasi.
”Tahun kemarin masalah titik koordinat pendaftaran sekolah bukan kesalahan dari siswa pendaftar, namun memang maps Banyuwangi sempat bergeser beberapa kilometer yang mengakibatkan kekeliruan. Kalau sekarang, sudah normal namun kami tetap mendampingi wali murid agar tidak menimbulkan kesalahan yang merugikan,” ujar Melanoke.
Sedangkan untuk pendaftaran SMA negeri, pihak sekolah mengkhawatirkan permasalahan tahun lalu terulang. Contohnya siswa memasukkan alamat tempat tinggal tidak sesuai dengan kartu keluarga (KK) melainkan domisili sementara, seperti alamat tempat tinggal nenek.
”Tahun kemarin banyak siswa yang akhirnya gugur dalam pendaftaran akibat salah memasukkan titik, justru ada yang memasukkan di wilayah Muncar karena mereka tidak ada konfirmasi,” kata Wakil Kepala SMAN 1 Giri Sri Widowati.
Perempuan yang karib disapa Wido itu berharap, pada pendaftaran sekolah jalur zonasi tahun ini para siswa lebih aktif berinteraksi kepada tim PPDB sekolah yang dituju. Sehingga, lebih mudah untuk mengatasi kesalahan. ”Kadang siswa merasa takut untuk berkomunikasi dan meminta bantuan. Namun bahayanya, ketika salah langkah justru mereka tertolak. Kami juga mengantisipasi untuk terus membuka konsultasi agar semua keluhan dapat tertangani,” tandasnya. (tar/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin