PKBM Aksara dan PKBM At Taubah memberi pembekalan dengan tema komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. PKBM Bahari mengangkat tema inovatif ala nonformal. PKBM Nur Surya Education mengusung tema literasi permainan tradisional.
Sedangkan PKBM Widyatama memberi pembekalan dengan tema literasi stunting (tengkes). Selain itu, PKBM Bima Sakti mengangkat tema sinergisitas literasi tuntaskan pendidikan. PKBM Citra Bangsa mengangkat tema urban farming solution dan PKBM Koppat memberikan pembekalan dengan tema hidup sehat cantik dan bahagia.
Ketua PKBM Bima Sakti Devi mengungkapkan, warga belajar diberi pelatihan keterampilan membuat sambal kemasan dan teknik pemasaran secara digital. ”Tujuan pelatihan ini untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan yang diharapkan bisa mengangkat perekonomian masyarakat,” ujarnya.
PKBM At Taubah fokus pada pengolahan sampah mandiri, yakni mengolah sampah organik untuk dijadikan kompos. Kegiatan ini diikuti 200 peserta yang terdiri dari unsur warga belajar dan masyarakat. ”Dengan begitu kita menolong tukang sampah untuk mendaur ulang berbagai jenis sampah, memberikan nilai ekonomi, juga diharapkan tidak ada lagi sampah organik yang tersisa karena setiap sisa bahan organik bisa diolah dan dimanfaatkan,” tutur Founder PKBM At Taubah Sunaryo.
Sedangkan, Ketua PKBM Nur Surya Education Anas Alfan Suni menjelaskan, pihaknya memilih tema Njogo Budoyo Desa Telemung. ”Desa Telemung memiliki potensi yang sangat luar biasa seperti kopi dan susu kambing etawa. Melalui pembelajaran ini kami berharap pengetahuan masyarakat lebih meningkat sehingga menaikkan perekonomian masyarakat. Selain itu ada juga pembelajaran batik yang bisa dikembangkan menjadi salah satu mata pencarian warga,” tegasnya.
Salah satu warga belajar Nur Surya Education sekaligus istri kepala Desa Telemung, Indang Fitriyani mengatakan, pendidikan nonformal sangat penting dan mendorong peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) Banyuwangi. ”Semoga masyarakat bisa sadar dan segera menuntaskan wajib belajar 12 tahun,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Suratno melalui Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Nuriyatus Sholeha menuturkan, sepekan Gerak Derap Dikmas merupakan upaya untuk memublikasikan inovasi dari 56 peserta PKBM. ”Materi yang disampaikan kali ini untuk bekal bagi warga belajar yang ada di wilayah tersebut sebagai dampak dari pendidikan yang telah diikutinya. Karena hampir semua bersentuhan dengan vocational skill. Langsung melaksanakan praktik lapangan yang punya nilai ekonomis,” jelasnya.
Nuri menambahkan, pendidikan nonformal mengarahkan pada penguasaan sejumlah kecakapan dan keterampilan. Dikatakan, mengukur, menakar, dan menghitung merupakan bagian penerapan pembelajaran matematika di pendidikan kesetaraan. Sedangkan menulis nama-nama bahan serta alat, merupakan bagian dari penerapan pelajaran Bahasa Indonesia. ”Belajar ilmu keterampilan dan penerapan pembelajaran merupakan penerapan pendidikan kesetaraan,” pungkasnya. (tar/sgt/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha