Tujuh PKBM dimaksud meliputi PKBM Karang Samudera, PKBM Sayyida, PKBM Satria Nusantara, PKBM Mandiri Sejahtera, PKBM Ngupoyo Ilmu, PKBM Cahaya Ilmu, dan PKBM Mitra Srono. Berbagai materi diberikan kepada para peserta, mulai pengembangan kreatif daur ulang, seminar dan pelatihan hadrah, entrepreneur kreatif, dan karya cantik dompet.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Nuriyatus Sholeha mengatakan, warga belajar PKBM tidak terikat oleh waktu. Keberadaan PKBM diharapkan bisa terus menaikkan kesetaraan pendidikan masyarakat dan berimbas pada kenaikan kesejahteraan ekonomi.
”Materi yang disampaikan tentu bermacam-macam. PKBM menyesuaikan dengan apa yang ada pada kebutuhan masyarakat hingga dijadikan sebagai materi pembelajaran yang bermanfaat,” ujar perempuan yang karib disapa Nuri tersebut.
Nuri mengungkapkan, pendidikan nonformal menggunakan sistem Merdeka Belajar. Karena sadar masyarakat yang datang adalah warga yang sebagian besar juga bekerja, maka media penyampaian dalam pembelajaran tersebut disampaikan secara fun.
”Pendidikan formal mungkin baru saja menerapkan sistem Merdeka Belajar. Namun, dalam pendidikan nonformal sistem tersebut telah kami gunakan sejak dahulu. Karena warga belajar tidak terikat oleh ruang dan waktu,” jelas Nuri.
Camat Srono Tri Wahyu Angembani menyatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan Gerak Derap Dikmas tersebut. Menurut dia, salah satu permasalahan yang tengah dihadapi di berbagai wilayah adalah menarik kembali minat masyarakat untuk menuntaskan pendidikan wajib belajar 12 tahun. ”Bentuk dukungan kami saat ini salah satunya yaitu melakukan jemput bola kepada masyarakat yang memang wajib mendapatkan pendidikan hingga melakukan berbagai sosialisasi,” jelasnya.
Founder PKBM Sayyida Ahmad Fawaid mengungkapkan bahwa saat ini setidaknya ada 700 warga yang telah mengikuti jenjang kejar paket di PKBM tersebut. Dalam kegiatan Derap Dikmas kali ini, pihaknya menyampaikan materi pelatihan hadrah diikuti oleh 30 peserta warga belajar. ”Tujuannya sebagai siar agama. Selain itu, agar generasi muda lebih mendalami hadrah yang mana budaya tersebut adalah tradisi Islam yang memang patut dikembangkan,” pungkasnya. (tar/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin