Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengatakan, tiap tahun pihaknya selalu menargetkan sepuluh hingga sebelas ribu warga belajar baru mengakses program Aksara. Terlebih, tahun ini Dispendik memiliki sanggar kegiatan belajar atau lembaga pendidikan nonformal negeri yang ada di semua koordinator wilayah (korwil) di Banyuwangi.
Suratno meminta semua pegawai negeri sipil (PNS) di bidang pendidikan, juga guru berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) untuk mencari minimal tiga orang yang belum memiliki ijazah setara SMA. ”Mereka harus dibujuk agar mau bergabung sebagai warga belajar baru di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan menyelesaikan pendidikan kejar paket,” ujarnya.
Menurut Suratno, hal itu akan berpengaruh pada peningkatan rata-rata lama sekolah. Dengan demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) pun akan terkerek. ”Sehingga, diharapkan tujuan akhir dari program Aksara yaitu mengembangkan pembangunan manusia di Banyuwangi sehingga sumber daya manusia (SDM) semakin terdongkrak bisa tercapai,” bebernya.
Meski pada praktiknya kerap menemui kendala, imbuh Suratno, pihaknya optimistis program tersebut akan memberi hasil baik. Dikatakan, sejauh ini kendala yang dihadapi dalam menjalankan program Aksara adalah soal motivasi dan operasional. Namun, hal tersebut diharapkan bisa ditangani oleh manajemen PKBM. ”Terbukti selama dua tahun ini program Aksara berjalan dengan baik,” pungkasnya. (tar/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin