Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Fakultas Pertanian & Perikanan Untag Banyuwangi Gelar Seminar Edufarm & Coffee

Syaifuddin Mahmud • Sabtu, 29 Oktober 2022 | 03:00 WIB
SEMINAR: Untag Banyuwangi mengadakan seminar Edufarm & Coffee dengan tema Meningkatkan Cinta Tanah Air bagi Remaja dan Anak Usia Dini melalui Sumpah Pemuda, Kamis (27/10). (Ayu Lestari/Radar Banyuwangi)
SEMINAR: Untag Banyuwangi mengadakan seminar Edufarm & Coffee dengan tema Meningkatkan Cinta Tanah Air bagi Remaja dan Anak Usia Dini melalui Sumpah Pemuda, Kamis (27/10). (Ayu Lestari/Radar Banyuwangi)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Fakultas Pertanian dan Perikanan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi menggelar seminar dan workshop Edufarm & Coffee kemarin (27/10). Mengangkat tema ”Meningkatkan Cinta Tanah Air bagi Remaja dan Anak Usia Dini melalui Sumpah Pemuda”, kegiatan tersebut dihadiri oleh puluhan pelajar perwakilan dari 30 sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Bumi Blambangan.

Sejumlah pemateri dihadirkan dalam seminar kali ini. Mereka adalah Wakil Rektor III Yusmia Widiastuti SP MM, Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Ilham Juanda, serta Ketua Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Robusta Java Banyuwangi Hariyono.

Wakil Rektor III Yusmia Widiastuti mengatakan, kegiatan tersebut diadakan guna menjadikan Universitas 17 Agustus 1945 sebagai sentra pendidikan kopi, terutama di wilayah Banyuwangi. Sekaligus untuk memperkenalkan kepada anak muda bahwa kopi di Banyuwangi menjadi salah satu minuman atau tumbuhan yang paling unik dan sangat diminati oleh para tamu luar daerah.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Pangan serta stakeholder terkait tersebut juga bertujuan untuk memberikan identitas kopi Banyuwangi agar lebih dilirik dan diakui oleh masyarakat sekitar. ”Banyak yang tanya kenapa kopi? Karena kopi di sini sangat unik dan berbeda. Dari situ kami berpikir alangkah baiknya kita lebih menonjolkan kopi di Banyuwangi,” ujar Yusmia.

Wakil Dekan Fakultas Pertanian dan Perikanan Annastia Loh Jayanti mengungkapkan, saat ini pihaknya memang sedang mengangkat tema kopi sebagai unggulan. Fakultas Pertanian dan Perikanan juga memiliki mata kuliah tentang manajemen kopi, mengingat potensi besar di Banyuwangi terutama sektor perkebunan salah satunya adalah kopi. ”Kami juga ingin lebih memperkenalkan kepada masyarakat, khususnya calon mahasiswa, bahwa kami punya program unggulan, yaitu kopi tersebut,” tuturnya.

Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan Ilham Juanda menyambut baik program Edufarm & Coffee yang digagas oleh Untag Banyuwangi tersebut. ”Mungkin tidak banyak yang tahu kalau kopi Banyuwangi sudah banyak diekspor ke Italia dan beberapa negara Eropa yang lain. Melalui kegiatan ini, saya berharap nanti bisa berkembang dengan baik dan juga membawa kesejahteraan bagi petani kopi,” bebernya.

Selain seminar dan workshop, Untag Banyuwangi juga akan mengadakan kegiatan yang kaitannya masih dengan pelaku kopi, seperti pameran. Selain itu, ada kegiatan pengenalan kopi untuk para siswa SMA/sederajat dan siswa pendidikan anak usia dini (PAUD). Acara tersebut termasuk dalam rangkaian acara Edufarm & Coffe yang akan dilaksanakan pada Sabtu dan Minggu mendatang. (cw5/sgt/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#SMK #Edufarm & Coffee #untag banyuwangi