Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pohon Pule; Si Teduh yang Kaya Manfaat

Rahman Bayu Saksono • Senin, 24 Oktober 2022 | 18:33 WIB
ANGGUN: Tanaman pule berukuran besar di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
ANGGUN: Tanaman pule berukuran besar di kawasan Jalan Basuki Rahmat, Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Pohon pulai atau pule sedang populer sebagai tanaman naungan di Bumi Blambangan. Meski berukuran besar, akarnya tidak terlalu merusak trotoar atau pun median jalan.

Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang memiliki banyak sekali jenis pohon. Salah satu yang cukup banyak ditemui di Indonesia yakni pohon pule.

Pohon yang unik ini sering juga disebut sebagai pohon iblis karena banyak sekali yang menganggap bahwa pohon ini sangat berbahaya bagi manusia dan hewan. Padahal kenyataannya, pohon pule memiliki banyak keajaiban dan manfaat yang baik bagi manusia

Pohon pule merupakan salah satu tanaman yang memiliki batang keras dan menjadikannya sebagai salah satu tanaman favorit yang digunakan industri. Seperti yang dilansir dari Names of Trees, pohon yang banyak ditemui di negara-negara tropis ini bisa tumbuh tinggi hingga 20 meter dan memiliki ketebalan batang yang sangat bervariasi.

Kulit pada bagian batang dari pohon pule memiliki warna cokelat pucat, mempunyai tekstur licin, dan sedikit bersisik. Apabila kulitnya dibuka, maka akan keluar getah yang berwarna putih kekuningan.

Pohon pule umumnya tumbuh pada daerah yang sangat lembap dengan tanah yang subuh seperti pada pinggir sungai. Pohon pule memiliki daun dengan warna hijau tua dan sedikit mengilap. Lalu bagian bawah daun terlihat lebih pucat keabu-abuan dibandingkan bagian atasnya. Ukuran tapak dari daunnya juga cukup besar, bahkan ada yang memiliki panjang hingga 10 centimeter (cm) dan lebar hingga 5 cm.

”Pohon pule ini rindang, daun yang jatuh juga tidak terlalu mengotori halaman, karena ukurannya lumayan besar,” ungkap H Fauzi, seorang pencinta tanaman hias dan kolektor pohon pule di Banyuwangi.

Pohon ini juga memiliki bunga berukuran kecil dengan warna yang berbeda-beda. Ada yang berwarna putih, kuning, dan krem sehingga membuat setiap tanaman menjadi tampak unik dan berbeda. Aroma yang dihasilkan dari bunga pohon ini sangatlah tajam dan harum.

Ketika sudah tumbuh dewasa dan besar, pohon ini akan menghasilkan buah dengan warna kehijauan yang akan berubah menjadi warna hijau kecokelatan. Buah dari pohon ini juga memiliki biji yang sangat banyak dan ukurannya sangatlah kecil serta memiliki bentuk pipih dengan rumbai pada bagian ujung.

Pohon pule (Alstonia scholaris) memiliki segudang khasiat, dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Hal itu dituliskan dalam buku Jalur Wisata Tumbuhan Obat di Kebun Raya Bogor yang diterbitkan LIPI Press pada 2016.

Kulit batang bisa sebagai pengganti kina untuk obat malaria, termasuk untuk obat diare. Daun pule berkhasiat untuk obat beri-beri. Getahnya bisa jadi obat luar, jadi obat tetes untuk radang kulit maupun bisul. Rebusan kulit batang bisa untuk obat kumur sakit gigi dan mencuci luka.

”Seperti pohon-pohon pada umumnya, pule juga berguna sebagai penghasil oksigen, pengatur iklim, dan tata air. Sehingga, keberadaan pohon tak sebatas gerakan seremonial cinta lingkungan semata,” tandas Fauzi. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono
#pohon pule #tanaman hias #Pohon Peneduh