Selama 40 hari, mahasiswa yang menjalani KKN tersebut menggagas program dan produk yang bisa dikembangkan oleh kelompok wisata atau pengelola wisata untuk meningkatkan pendapatan ekonomi. Ratusan mahasiswa tersebut dibagi menjadi sembilan kelompok yang tersebar di sembilan titik destinasi wisata.
Sembilan destinasi wisata tersebut meliputi Pantai Bimorejo, Bangsring Underwater, Grand Watudodol (GWD), Pantai Cacalan, Pantai Cemara, Sendang Seruni, Goa Sodong, Wisata Edukasi Gombengsari, dan Sumbermanis Gombengsari.
Kehadiran mahasiswa di destinasi wisata tersebut banyak memberikan warna tersendiri. Mereka mengajari kelompok sadar wisata (pokdarwis) membuat program pariwisata, menata kawasan, membantu promosi, serta membantu kelembagaan pokdarwis. Selain itu, kehadiran para mahasiswa KKN di destinasi wisata sekaligus untuk memberikan ide-ide baru yang diperlukan agar wisatawan tidak jenuh mengunjungi suatu lokasi objek wisata.
Ketua Panitia KKN Uniba Donny Setiawan SPd MOr menjelaskan, tahun ini merupakan tahun kedua pelaksanaan KKN yang menyasar destinasi wisata. Uniba menargetkan para mahasiswa bisa membantu pemulihan ekonomi sektor pariwisata setelah terdampak pandemi Covid-19.
Selama pandemi, banyak destinasi wisata mengalami kerusakan akibat minimnya pengunjung. ”Tahun lalu, pelaksanaan KKN yang berlangsung di destinasi wisata kurang berjalan maksimal lantaran masih dalam situasi pandemi. Tahun ini mahasiswa bisa stay di destinasi sesuai tagline kita. Kita ingin destinasi wisata beraksi dan pulih ekonominya pascapandemi Covid-19,” kata Donny.
Dalam KKN yang berlangsung tanggal 27 Juni sampai 12 Agustus itu, mahasiswa dituntut bisa menghasilkan produk unggulan dari setiap destinasi. Tak hanya unggul, produk tersebut diharapkan bisa menjadi ciri khas dan daya tarik bagi destinasi tersebut. ”Ada yang berupa produk barang yang bisa dipakai oleh-oleh. Ada pula berupa produk program,” imbuhnya.
Pada penutupan KKN Uniba di GWD kemarin, setiap kelompok mempresentasikan hasil produknya selama menjalani praktik kerja nyata. Mulai dari produk yang mereka kembangkan hingga program untuk destinasi wisata. ”Kita berharap destinasi wisata mendapatkan dampak dan efek ekonomi yang sustainable. Setelah pelaksanaan KKN, destinasi wisata tetap bisa berkembang dari sisi ekonomi,” tegasnya.
Ketua Pokmas Pesona Bahari GWD Abdul Azis mengaku merasa terbantu dengan kehadiran mahasiswa Uniba yang menjalani KKN di tempatnya. Banyak dari pengelola tempat wisata yang diajari beberapa strategi mengelola pariwisata. Salah satunya adalah cara berkomunikasi dengan wisatawan asing.
Azis menilai, mahasiswa Uniba yang notabene adalah produk asli putra-putri Banyuwangi memang sudah seharusnya turun untuk membantu kemajuan destinasi wisata. Dengan ilmu yang dimiliki para mahasiswa, secara umum bisa membantu peningkatan perekonomian Banyuwangi, khususnya sektor pariwisata.
Dikatakan Azis, mahasiswa Uniba ikut menggagas GWD Fashion Week. Mereka membuat banyak spot yang selama ini tidak dilihat menjadi titik yang bagus untuk dikunjungi. ”Para mahasiswa juga mengembangkan eco print, yaitu batik dengan bahan alami. Harapan kami, mereka tetap membantu kemajuan destinasi wisata,” ungkapnya. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud