Selain mengundang jajaran senat, turut hadir Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Banyuwangi, Ketua IBI Banyuwangi, perwakilan lahan praktik mahasiswa yakni RS Islam Fatimah, Dewan Pembina PERWAKES BIDA, dan Ketua IKOMA. Selain itu, orang tua mahasiswa turut menyaksikan prosesi penyematan tersebut.
Dalam waktu yang hampir bersamaan pada Jumat (29/7), prodi yang telah terakreditasi baik itu juga melepas 37 mahasiswinya yang bergabung di kelas transfer atau alih jenjang. Pelepasan yang dimaksud adalah proses kelulusan mahasiswa yang dikemas dengan kegiatan yudisium pembacaan surat keputusan kelulusan. Mahasiswi tersebut telah dinyatakan selesai menempuh pendidikan sarjana dan bersiap melanjutkan ke jenjang profesi bidan.
Ketua Stikes Banyuwangi DR H Soekardjo menjelaskan, kegiatan peyematan tanda praktik lahan merupakan simbolis pelepasan mahasiswa yang pertama kalinya melakukan praktik di pelayanan kesehatan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa telah dibekali dengan beragam persiapan sehingga mereka akan lebih matang dalam menjalani praktik di lahan masing-masing.
”Praktik yang akan dijalani mahasiswa merupakan sinergisitas antara akademik maupun profesi, serta menunjukkan aplikasinya kepada masyarakat. Dengan menghadirkan orang tua, kami berharap ikut berperan dalam memberikan dukungan atau pun motivasi, serta menyaksikan bahwa putrinya akan terjun ke rumah sakit,” kata Soekardjo.
Sedangkan perihal yudisium, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Forum Banyuwangi Sehat (FBS) ini menuturkan bahwa yudisium itu merupakan kelulusan yang perdana. Pasalnya, 37 mahasiswi yang hadir pada acara itu merupakan angkatan pertama.
”Saya mengucapkan selamat untuk semuanya, Alhamdulillah kini resmi menyandang gelar SKeb atau Sarjana Kebidanan. Jangan bersenang dulu, karena esok masih harus melanjutkan pendidikan ke jenjang profesi,” tutur Soekardjo.
Sementara itu, perwakilan peserta yudisium, Aan Widyawati SKeb mengaku bersyukur atas kelulusan yang telah ia tempuh bersama rekan-rekannya selama satu setengah tahun. ”Akhirnya, kita resmi menyandang gelar SKeb. Terima kasih dan mohon maaf kepada pimpinan, dosen, dan karyawan Stikes Banyuwangi. Dan untuk teman-teman, semoga kita terus diberi sehat dan semangat untuk melanjutkan ke jenjang profesi,” pungkasnya. (*) Editor : Ali Sodiqin