Orang tua dapat memanfaatkan buku cerita bergambar untuk mengoptimalkan perkembangan otak balita. Karena balita belum bisa membaca kata-kata, maka gambar-gambar kartun yang ada di dalam buku akan bermanfaat untuk menyampaikan jalan cerita dari dongeng tersebut.
Selain itu, membacakan buku bergambar untuk si kecil juga memiliki banyak manfaat lainnya . Di antaranya dapat memperkenalkan dunia buku pada anak sejak dini. ”Anak sebaiknya sudah diperkenalkan dengan buku agar dia suka dengan kegiatan membaca sejak dini,” ungkap Faridatul Hasanah, praktisi anak asal Banyuwangi.
Buku cerita bergambar kartun dapat menjadi langkah awal untuk memperkenalkan dunia membaca pada si kecil dengan cara yang menyenangkan. Apalagi, buku bergambar tidak mengandung banyak tulisan sehingga tidak mudah membuat si kecil merasa bosan.
Dengan aneka gambar kartun yang lucu dan beraneka warna akan menarik minat balita untuk memahami ceritanya. ”Jadi, orang tua dapat membantu untuk memahami cerita dari buku kartun bergambar itu saja,” jelasnya.
Setelah memperkenalkan buku, imbuh Faridatul, maka cerita bergambar dapat membantu menumbuhkan minat membaca pada balita sejak dini. Apalagi, minat baca anak saat ini cenderung menurun karena mereka lebih tertarik pada gawai. ”Oleh karena itu, orang tua terutama ibu perlu mengajak buah hati sesering mungkin membaca buku bersama untuk menanamkan literasi sejak dini agar anak makin tertarik pada kegiatan membaca,” terang Kepala Sekolah TK Muslimat Khodijah 157 Rogojampi, Banyuwangi ini.
Buku kartun cerita bergambar juga terdapat alur cerita yang mengandung konflik. Hal itu akan merangsang dan membantu si kecil dalam mengekspresikan diri dan mengajarkan untuk berani mengambil tindakan atas sesuatu yang ada di hadapannya. Sebagai dampaknya, rasa percaya dirinya pun akan lebih meningkat sehingga ia tidak mudah takut dalam mencoba hal baru.
Pada usia dini, si kecil sedang ingin tahu tentang banyak hal, sehingga akan selalu bertanya apa saja yang dilihat maupun didengar. ”Tugas orang tua membantu menjawab rasa ingin tahu si kecil tersebut yang dikembangkan melalui masukan ilmu pengetahuan akan membantunya tumbuh menjadi individu yang logis dan kritis,” tandasnya. (ddy/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono