Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PPDB SMK Ditutup, Siswa Berburu Sekolah Swasta

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 8 Juli 2022 | 01:07 WIB
MENDAFTAR SEKOLAH: Sejumlah siswa lulusan SMP mendatangi SMK PGRI 2 Giri setelah tersisih dari jalur PPDB, Selasa (5/7). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
MENDAFTAR SEKOLAH: Sejumlah siswa lulusan SMP mendatangi SMK PGRI 2 Giri setelah tersisih dari jalur PPDB, Selasa (5/7). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
GIRI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Harapan terakhir lulusan SMP bisa mengenyam pendidikan di sekolah negeri berakhir Selasa (5/7). Jalur PPDB yang terakhir dibuka kemarin adalah jalur nilai prestasi akademik SMK. Beberapa siswa yang tak diterima di jalur tersebut mulai melirik sekolah swasta.

Di SMK PGRI 2 Giri, belasan siswa tampak mendaftarkan diri di tempat yang disediakan panitia sekolah. Tak butuh waktu lama, siswa yang mendaftar langsung didata oleh pihak sekolah. Mereka bisa langsung membayar biaya pendidikan, yang salah satunya adalah pembelian seragam sekolah. ”Hari ini ada peningkatan jumlah pendaftar, tadi tercatat ada 15 orang,” kata Kepala SMK PGRI 2 Giri Arif Rahman.

Kemungkinan masih banyak siswa yang menunggu pengumuman terakhir PPDB. Arif melihat ada kemungkinan jumlah pendaftar semakin meningkat setelah pengumuman PPDB. Apalagi, masa pendaftaran di sekolahnya akan ditutup pada pertengahan Juli nanti. ”Kita masih buka sampai tanggal 16 nanti,” ujarnya.

Fariz, salah seorang wali murid mengatakan, dia memilih menyekolahkan adiknya ke swasta karena sudah tidak diterima di SMKN 1 Glagah jurusan listrik. Setelah mengikuti beberapa jalur masuk, mulai dari zonasi sampai nilai rapor, adiknya tidak diterima.

Pada hari terakhir, Fariz memindahkan adiknya di sekolah swasta agar bisa segera mempersiapkan diri jelang tahun ajaran baru. ”Yang saya cari jurusan listrik, kebetulan selain SMKN 1 Glagah, jurusan tersebut ada di sini,” ujarnya.

Fariz mengaku tidak masalah menyekolahkan adiknya di sekolah negeri atau swasta. Menurutnya semua tergantung dari siswa sendiri, bagaimana bisa bertanggung jawab dengan sekolahnya. Fariz yang sudah merasakan dunia pekerjaan menilai cukup banyak lapangan kerja yang tersedia untuk lulusan SMK listrik.

Fariz berharap adiknya bisa meneruskan langkahnya dengan bekerja di bidang kelistrikan. Salah satunya dengan mengawali sekolah di jurusan teknik listrik. ”Guru-gurunya juga berkualitas, saya rasa tidak masalah di sekolah swasta,” tandasnya. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#siswa baru #ppdb #Sekolah Swasta