Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

SIKIA Unair Bersih-bersih Pulau Santen

AF Ichsan Rasyid • Minggu, 27 Maret 2022 | 17:30 WIB
sikia-unair-bersih-bersih-pulau-santen
sikia-unair-bersih-bersih-pulau-santen


BANYUWANGI – Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga (Unair) unjuk aksi. Jajaran perguruan tinggi yang sebelumnya bernama Unair Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) Banyuwangi tersebut menggandeng lintas elemen untuk bersama-sama melakukan bersih-bersih pantai di kawasan Pulau Santen, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, Sabtu (26/3/2022).



Direktur SIKIA Unair Prof. Dr. Soetojo, dr. Sp.U. (K) ikut turun langsung dalam kegiatan cleaning beach kali ini. Selain itu, kegiatan bersih-bersih pantai juga diikuti segenap jajaran manajemen dan mahasiswa SIKIA Unair, TNI, kalangan pelajar, masyarakat sekitar, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), petugas instansi terkait, serta mahasiswa asal sejumlah perguruan tinggi di Bumi Blambangan.



Tak berhenti pada kegiatan bersih-bersih pantai, SIKIA Unair Banyuwangi juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Revitalisasi Pesisir Pulau Santen melalui Program Pengelolaan Sampah Pantai”. Ada tiga narasumber yang dihadirkan dalam FGD kali ini, mereka adalah Dosen Akuakultur SIKIA Unair Banyuwangi Suciyono, Coordinator Waste Operation PT Systemiq Lestari Indonesia Yudi Wahyudi, dan Koordinator Bank Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi Agus Supiadi.



Prof Soetojo mengatakan, kegiatan bersih-bersih pantai tersebut merupakan salah satu wujud pengabdian masyarakat SIKIA Unair bekerja sama dengan pihak Kelurahan Karangrejo, Komando Distrik Militer (Kodim) 0825 Banyuwangi, dan masyarakat. “Harapan kami, ke depan pantai ini menjadi lebih bersih dan sehat sehingga menarik lebih banyak pengunjung yang datang,” ujarnya.



Bukan hanya menarik wisatawan, bersih-bersih pantai bertujuan meningkatkan kualitas pantai, baik secara estetika maupun fungsi. “Secara fungsi ekologi, pantai merupakan tempat memijah, berkembang biak, mencari makan, dan lain-lain bagi satwa akuatik maupun terrestrial. “Kalau pantainya kotor, banyak ikan yang mati,” kata dia.



Dengan banyaknya ikan dan pengunjung yang datang, imbuh Prof Soetojo, maka dampaknya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Maka, pengabdian masyarakat kali ini diharapkan ditiru oleh masyarakat. Mereka membersihkan pantai setiap hari,” kata dia.



Sementara itu, dalam FGD peserta mendapat sosialisasi berkaitan pengelolaan sampah oleh para pemateri yang berasal dari SIKIA Unair; unsur non government organization (NGO), yakni Systemiq; dan koordinator Bank Sampah DLH Banyuwangi. Selain sosialisasi, juga digelar diskusi dan dilanjutkan sesi tanya jawab untuk merumuskan pengelolaan sampah terpadu dan berkelanjutan di pesisir Banyuwangi. (sgt)


Editor : AF Ichsan Rasyid
#sikia