SEMPU – Sejumlah warga di Dusun Tugung, Desa/Kecamatan Sempu, Banyuwangi, membuat gerakan kembali ke permainan tradisioanal untuk anak-anak, Sabtu (1/1). Itu dilakukan untuk mengurangi kecanduan pada gadget.
Kegiatan yang diinisiasi Agus Kuswandono, 50, warga setempat itu mulanya dilakukan setiap Sabtu malam, dan diikuti anak yang tinggal di sekitar rumahnya. “Anak-anak sekitar sini saja, tapi ada dari daerah lain,” katanya.
Agus mengaku gerakan kembali ke permainan tradisional itu, bermula dua anaknya jarang berkomunikasi saat berada di rumah, karena fokus bermain handphone (HP). “Saya cari cara biar bisa ngobrol dan tidak mainan HP terus,” ujarnya.
Di antara cara itu, terang dia, memberi mainan zaman dulu. Dengan mengundang sejumlah anak tetangga, Agus yang juga pegawai Pemerintah Desa Sempu, itu mengenalkan permainan gobak sodor, dam-daman, engklek, congklak, bola bekel, dan lainnya. “Ini sudah berjalan sebulan, sempat terhambat karena cuaca sering hujan,” ungkapnya.
Permainan yang dilakukan di halaman rumah salah satu warga itu, mendapat respon positif dari warga sekitar. Mereka mengaku senang anak-anaknya setiap hari tidak memandangi layar HP. “Kini selalu ramai dengan permainan anak-anak,” ungkapnya.
Setelah masuk sekolah, Agus ingin mewadahi anak-anak itu bisa belajar bersama, jadi tidak hanya mengajak permainan tradisional saja. “Jadi diajak berm ain dan belajar bersama,” cetusnya.(mg3/abi)
Editor : Ali Sodiqin