BANYUWANGI – Para siswa sekolah di Banyuwangi tetap mendapat masa libur pada akhir tahun ini. Namun, mereka harus mengisi liburan dengan kegiatan yang dilakukan di lingkungan sekolah.
Hal tersebut sesuai dengan upaya pemerintah untuk tetap menekan aktivitas siswa di masa libur sekolah. Di antaranya untuk meminimalisasi mobilitas masyarakat yang umumnya melakukan perjalanan di masa libur.
Siswa melakukan kegiatan seperti memainkan permainan tradisional, berolahraga, atau mengikuti kuis-kuis yang digelar guru. Seperti yang dilaksanakan di SDN Kebalenan. Para siswa tampak mengerjakan teka-teki silang berisi materi literasi. Ada juga siswa yang bermain dakon dan lompat tali di depan ruang kelas.
Kepala SDN Kebalenan Emmy Tri Astuti mengatakan, para siswa diberi materi life skill untuk mengisi kegiatan selama masa liburan. Berbeda dengan liburan biasanya di mana siswa bebas menghabiskan waktu di rumah, tahun ini siswa dibebani dengan tugas terstruktur.
Tak hanya siswa, para guru juga tetap melakukan aktivitas yang sama untuk mengimbangi kegiatan para siswa. Jadi selama masa liburan, siswa dipastikan tidak akan bepergian ke mana-mana karena guru tetap memantau mereka. ”Siswa masuk dua jam mulai jam 7 pagi sampai jam 9. Kemarin wali murid kelas satu juga ikut ke sekolah untuk melihat aktivitas anak-anaknya,” kata Emmy.
Kegiatan terstruktur yang digelar sekolah menurut Emmy tidak terikat dengan aturan tertentu. Sekolah bebas menggelar kegiatan sesuai dengan tuntunan merdeka belajar. Di sekolahnya, Emmy menyediakan permainan tradisional dan kuis literasi untuk para siswa. ”Selain memberikan materi untuk siswa, kita juga menyiapkan kelas untuk semester genap nanti. Karena rencananya PTM nanti digelar secara full, 100 persen,” ungkapnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, pihaknya menerapkan liburan terstruktur agar momen libur ini tidak digunakan untuk bepergian. Sehingga siswa tidak keluar dari rumah. Mereka akan diberikan tugas dengan materi yang ringan agar tetap bisa berkegiatan selama liburan. ”Siswa bisa kita berikan kegiatan seperti aktivitas membatik atau lainnya. Kesimpulannya kita ikuti instruksi pemerintah untuk membatasi mobilitas masyarakat, tapi anak-anak tetap mendapat hak libur mereka,” jelasnya.
Editor : Ali Sodiqin