Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penerapan Pembelajaran Online di PKBM

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 21 Desember 2021 | 17:02 WIB
penerapan-pembelajaran-online-di-pkbm
penerapan-pembelajaran-online-di-pkbm

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Pembelajaran online tidak hanya dilakukan oleh siswa di pendidikan formal. Pembelajaran online sebagai alternatif pembelajaran, juga dilaksanakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Banyuwangi.


Pelaksanaan pembelajaran online tersebut tidak hanya untuk menerapkan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid 19, melainkan juga sebagai metode pembelajaran yang memberikan kemudahan bagi warga belajar yang mengikuti kegiatan pendidikan kesetaraan.


Seperti dilakukan oleh PKBM Miftahun Najah Kalibaru yang sejak awal pendaftaran melakukan penerapan pembelajaran secara online dan offline bagi warga belajar (WB). “Kami menerapkan sistem learning manajemen sistem yang dikeluarkan kementerian dengan menggunakan aplikasi setara daring,” ujar Ketua PKBM Miftahun Najah, Rizal Dhofir, S.S., M.Pd.


Menurut Rizal, semua warga belajar (WB) di PKBM Miftahun Najah begitu mendaftar sebagai warga belajar dan masuk langsung diberikan kesempatan untuk memilih apakah mengikuti pembelajaran dalam jaringan (daring) atau luar jaringan (luring) alias tatap muka.


“Ada semacam kontrak belajar, ketika daring maka langsung kami buatkan akun bagi WB tersebut dan dimasukkan kelas pembelajaran online. Jika pembelajaran luring, maka yang bersangkutan harus bersedia mengikuti pembelajaran tatap muka sesuai ketentuan,” katanya.


Sistem pembelajaran daring dan luring, kata Rizal tetap fileksibel karena Wb rata-rata sudah berusia di atas 21 tahun dan memiliki kesibukan harian seperti bekerja, ataupun sebagai ibu rumah tangga. Sehingga pembelajaran sebagian besar dilakukan di waktu senggang atau longgar setiap pekan. “Biasanya pembelajaran dilakukan setiap hari akhir pekan, Dalam sepekan tiga kali tatap muka, jika tidak maka mereka WB harus belajar secara mandiri,” jelasnya.


Untuk pembelajaran online setara daring tersedia untuk jenjang kesetaraan paket A,B dan C. Setiap WB bisa mengakses karena telah memiliki akun dan kode kelas sesuai tingkat jenjang kesetaraan paket yang dipilih WB.


Setiap tugas akan diberikan wali kelas, termasuk memberikan nilai dan presensi juga dilakukan dengan tanda tangan online. Tidak itu saja, ketika WB mengerjakan tugas juga akan dinilai langsung oleh wali kelas masing-masing jenjang kesetaraan. “Nilai bisa langsung diketahui oleh warga belajar. Dalam satu tahun WB harus menyelesaikan lima sampai enam modul, ketika satu modul sudah tuntas baru diberikan modul berikutnya,” jelas Rizal.


Isi di dalam modul, lanjut Rizal adalah mata pelajaran (mapel), dalam satu jenjang berisi 5-6 modul setahun. Dalam pembelajaran online ini, sudah tersedia video yang menjelaskan materi di dalam model, sehingga wali kelas tidak perlu lagi menjelaskan materi. “Semua pembelajaran full online, karena dalam modul sudah lengkap tinggal melihat video dan materi. PKBM hanya memantau dari tugas-tugas dan presensi tingkat kehadiran dan tingkat mengerjakan modul,” terang Rizal.


Metode pembelajaran online ini sangat membantu WB dalam mengikuti pembelajaran. Khususnya bagi mereka yang tidak bisa datang langsung ke lembaga (PKBM) dan ketika mereka kerja atau sedang di luar kota. “Sangat memudahkan WB dalam menempuh pendidikan dan fleksibel,” tandasnya.


Hal senada juga diungkapkan Nurul Deviyanti Ketua PKBM Bima Sakti Desa Kedayunan, Kecamatan Kabat. Menurutnya, tidak semua WB bisa mengikuti pembelajaran dengan sistem online. Ada beberapa WB yang mengalami kendala pengetahuan dan teknis terpaksa harus melaksanakan dengan luring. “Intinya kami melayani WB agar bisa lebih mudah mengikuti pembelajaran dan terus tetap semangat untuk belajar,” jelasnya.


Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari program AKSARA (Akselerasi Sekolah Masyarakat) yang diluncurkan Pemkab Banyuwangi untuk memfasilitasi warga berusia dewasa untuk mengikuti pendidikan kesetaraan, terutama kesetaraan SMP (paket B) dan SMA (paket C).


Plt Kepala Dinas Pendidikan Suratno menjelaskan, pihaknya telah membuka pendaftaran dan pendataan warga yang belum menuntaskan pendidikan dasar. Pendaftaran dilakukan di koordinator wilayah di tiap kecamatan.


Para peserta yang telah mendaftar juga mengikuti pembelajaran secara mandiri, tatap muka, serta mengikuti ujian modul dan ujian pendidikan kesetaraan. Setiap peserta mengikuti pendidikan kesetaraan dalam kelompok-kelompok belajar yang dikoordinasi oleh PKBM.


“Kami menyadari bahwa tidak mudah melakukan proses pembelajaran di usia dewasa. Maka perlu dimotivasi. Tugas memotivasi dan memfasilitasi inilah yang menjadi tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. 

Editor : Rahman Bayu Saksono
#pkbm #dinas pendidikan #banyuwangi