RadarBanyuwangi.id – DPRD Banyuwangi mendesak seluruh sekolah di Bumi Blambangan tidak menurunkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) tahun ini. Sebab menurut dewan, penurunan KKM akan berdampak tidak baik bagi siswa, khususnya mereka yang berniat melanjutkan studi ke sekolah unggulan.
Hal itu terungkap saat Komisi 4 DPRD Banyuwangi menggelar rapat kerja dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi dan Cabang Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi kemarin (22/3). Rapat kali ini dipimpin Wakil Ketua Komisi 4 Basuki Rahmat serta dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno dan Kepala Cabang (Kacab) Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono.
Basuki mengatakan, oleh pemerintah pusat KKM telah diserahkan pada kebijakan masing-masing sekolah. Di sisi lain, pandemi Covid-19 ”memaksa” sekolah-sekolah melaksanakan proses belajar mengajar secara daring (online) untuk menghindari penyebaran dan penularan penyakit yang disebabkan serangan virus korona tersebut.
Menurut Basuki, lantaran dilakukan secara daring, siswa menjadi kurang aktif mengikuti proses belajar mengajar. Bahkan, secara persentase, siswa yang aktif mengikuti proses belajar mengajar online itu hanya sekitar 50 persen. ”Sehingga ada kebijakan beberapa sekolah menurunkan KKM. Sedangkan guru, untuk mengimbangi anak-anak yang malas mengikuti sekolah daring, mereka hanya dikasih dinilai sedikit di atas KKM yang penting lulus,” ujarnya.
Di sisi lain, imbuh Basuki, beberapa sekolah unggulan di Banyuwangi, contohnya SMA Taruna Bhayangkara menetapkan standar tinggi bagi siswa yang hendak mendaftar di sekolah tersebut. ”Kalau KKM diturunkan, kasihan anak-anak kita, mereka bisa kehilangan kesempatan mendaftar di sekolah unggulan,” kata dia.
Karena itu, Basuki meminta Plt Kepala Dispendik Banyuwangi dan Kepala Cabang Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi untuk menyosialisasikan ke seluruh sekolah agar tidak menurunkan KKM. ”Kami juga meminta Pak Suratno dan Pak Istu agar menyosialisasikan ke seluruh sekolah untuk tidak pelit memberi nilai agar peluang anak-anak mendaftar di sekolah unggulan tidak tertutup,” pintanya.
Plt Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengatakan, pada prinsipnya KKM menjadi kewenangan pihak sekolah. Sedangkan KKM per mata pelajaran (mapel) menjadi kewenangan guru atau guru kelas.
Suratno menuturkan, ada tiga komponen penilaian KKM, yakni daya dukung, kompleksitas, dan intake. Dia menjelaskan, daya dukung yang dimaksud menyangkut sarana dan prasarana, termasuk media belajar seperti buku-buku dan lain sebagainya. Kompleksitas adalah tingkat kesulitan dari masing-masing mata pelajaran yang dapat ditetapkan, antara lain melalui expert judgment guru mata pelajaran melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat sekolah.
Sedangkan intake adalah berapa nilai rata-rata anak sebelum masuk suatu kelas. Misalnya bagi peserta didik baru (kelas VII), yakni dengan memperhatikan rata-rata nilai rapor SD, nilai ujian sekolah SD, dan nilai hasil seleksi masuk peserta didik baru di jenjang SMP. ”Tiga komponen itu dirata-rata hasilnya menjadi KKM,” jelasnya.
Suratno berharap, walaupun di masa pandemi Covid-19, KKM bisa dipertahankan oleh masing-masing sekolah. Sebab, terjadi pandemi atau tidak, daya dukung sekolah pasti tetap. Begitu juga dengan kompleksitas dan intake. ”Maka, tidak ada alasan KKM diturunkan. Perkara bagaimana anak bisa mencapai KKM, itu strategi guru bagaimana memberikan layanan pembelajaran agar anak-anak bisa mencapai KKM. Misalnya memberikan penugasan, remedial teaching atau program perbaikan, dan lain sebagainya,” kata dia.
Dengan KKM yang tetap dan cara-cara ekstra agar anak-anak bisa mencapai KKM, imbuh Suratno, maka potensi dan harapan siswa untuk bisa melanjutkan sekolah unggulan tidak terputus.
Hal senada dilontarkan Kepala Cabang Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono. Dia menyatakan, tidak ada persoalan terkait KKM di tingkat SMA. ”Kami serahkan ke sekolah-sekolah dan tidak ada penurunan. Walaupun saat ini masih terjadi pandemi, KKM tidak boleh turun. Karena kalau KKM turun sama dengan mendegradasi kualifikasi anak. Sehingga mereka tidak mungkin bersaing dengan teman-temannya. Maka, kami mendorong KKM dipertahankan,” pungkasnya. (sgt/afi/c1)
Editor : Ali Sodiqin