JawaPos.com - Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasioanl (HSN) 2020, SMA Nahdlatul Ulama (NU) Genteng menggelar upacara dan istighosah, kemarin (22/10). Kegiatan itu digelar di sekolahnya di Jalan KH. Hasyim Asyari, nomor 157, Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.
Karena masa pandemi, upacara yang juga dihadiri ketua MWC NU Genteng HM Shodiq dan Rais Syuriah MWC NU Genteng KH Khoirul Anam, jumlah siswa yang ikut dalam upacara dibatasi.”Guru dan karyawan semua datang, cuma siswa kita batasi,” terang kepala SMA NU Genteng H. Abdul Malik.
Dalam upacara memperingati HSN ini, para siswa dan semua guru yang hadir mengenakan pakaian ala santri. Selain memakai kopiah, juga mengenakan sarung. “Saat upacara tidak ada yang pakai sepatu, semua pakai sandal,” cetus Malik yang alumni Pondok Pesantren Bustanul Makmur, Kebunrejo, Genteng itu.
Untuk upacara bendera, bertindak sebagai inspektur upacara ketua MWC NU Genteng HM Shodiq. Dalam sambutannya, ia menyatakan santri mempunyai peran yang besar dalam perjuangan kemerdekaan. “Santri juga punya andil besar dalam mempertahankan kemerdekaan,” jelasnya.
Dengan resolusi jihad yang dicetuskan pendiri NU KH Hasyim Asyari, terang dia, santri telah menjadi inspirasi dan semangat para pejuang lainnya, dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Semangat itu harus diterapkan oleh generasi milinial dalam melawan kebodohan, kefakiran, kemiskinan, dan keterbelakangan,” cetusnya seraya menyebut untuk bisa sukses dalam perjuangan itu bisa dilakukan dengan tiga hal, yaitu terus belajar dengan tekun, selalu mencari restu orang tua, dan berdoa kepada Allah.
Usai upacara bendera, para siswa dan para guru dan karyawan menggelar istighosah yang dipusatkan di masjid sekolah. Dalam doa bersama itu, mereka meminta pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung enam bulan lebih ini bisa segera berakhir. “Melalui peringatan HSN ini, momentum untuk evaluasi pembalajaran daring maupun luring,” cetus Abdul Malik. (abi)