KALIPURO, Jawa Pos Radar Genteng-Politeknik Negeri Banyuwangi (Poliwangi) Program Studi Teknik Mesin melalui melalui Program Diseminasi Produk Teknologi Kemasyarakatan, Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM), Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun anggaran 2019, yang dipimpin Khairul Muzaka, S.T., M.Eng-Res., dengan tim Galang Sandy Prayogo, S.T., M.T., dan Dian Ridlo Pamuji, S.T., M.T, berhasil membuat pembangkit listrik tenaga Piko Hydro (PLTPH).
PLTPH yang dirancang oleh Khairul Muzaka dan tim itu, berkapasitas maksimal 3 Kw. Alat itu digunakan untuk pembangkit listrik di Masjid Baitul Muttaqin Desa Pesucen. Penyerahan PLTPH itu, dilakukan Khairul Muzaka dengan tim pada ketua takmir Masjid Baitul Mutaqin, Ahmad Zakariya.
Pada acara penyerahan itu, juga dilakukan pelatihan pengoperasian PLTPH yang telah diinstal. Peralatan itu dirancang dalam program PDPTK dan didanai oleh DRPM, Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tahun anggaran 2019. “Kita sudah berikan pelatihan dan cara mengoperasikan,” ujar Khairul Muzaka.
Muzaka menjelaskan, dengan PLTPH yang telah dibuat itu diharapkan bisa memberikan alternatif pembangkit listrik, dengan memanfaatkan saluran irigasi yang ada di belakang rumah warga. Selain itu, dengan adanya PLTPH ini dapat mengurangi ketergantungan warga terhadap sumber listrik yang sudah ada, dan saluran irigasi mempunyai nilai lebih dibandingkan sebelumnya. “Saluran irigasi itu alirannya cukup deras dan lokasinya dibelakang rumah warga, ini potensi yang sangat besar untuk digunakan pembangkit listrik,” katanya.
Ketua Takmir Masjid Baitul Mutaqin Ahmad Zakariya mengaku adanya PLTPH itu sangat bermanfaat, karena bisa mengaliri listrik ke masjid. Bahkan, juga bisa membuat saluran irigasi bersih dari sampah karena dibuat pembangkit listrik. “Saya sangat berterimakasih kepada Poliwangi yang membuat pembangkit listrik, ini sangat bermanfaat buat masyarakat,” ujarnya.(*)
Editor : AF Ichsan Rasyid