BANYUWANGI – Perhatian bagi para lulusan sekolah menengah pertama (SMP) serta Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang akan melanjutkan studi ke SMA/SMK Negeri. Meski Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) bakal dibuka mulai Rabu mendatang (30/5), namun tahap penting pendaftaran tersebut sebenarnya sudah dimulai sejak Jumat lalu (25/5).
Ya, para lulusan SMP/MTs punya waktu dua pekan untuk mengambil personal identification number (PIN) yang wajib dimiliki saat seorang siswa melakukan PPDB jalur online maupun semi online. Pengambilan PIN tersebut bisa dilakukan di SMA/SMK Negeri terdekat sejak Jumat (25/5) hingga Jumat (8/6) mendatang.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, sejumlah SMA dan SMK Negeri di kawasan Pusat Kota Banyuwangi dan sekitarnya ”diserbu” lulusan SMP dan MTs. Mereka sengaja datang khusus untuk mengambil PIN yang akan digunakan saat mendaftar ke SMA/SMK negeri di Bumi Blambangan.
Seperti dilakukan lulusan SMPN 1 Kalipuro, Faikotul Hikma. Perempuan asal Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, ini jauh-jauh datang ke SMKN 1 Banyuwangi untuk mengambil PIN. ”Rencananya saya akan ikut PPDB jalur reguler online. Saya ingin masuk SMKN 1 Banyuwangi pada jurusan perhotelan,” akunya.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMKN 1 Banyuwangi Wahyudin menuturkan, sejak kali pertama dibuka hingga pukul 11.15 kemarin jumlah lulusan SMP/MTs yang mengambil PIN PPDB di sekolah tersebut mencapai 800 orang lebih. ”Rinciannya, pada hari pertama jumlah siswa yang mengambil PIN di SMKN 1 Banyuwangi sebanyak 587 orang, sedangkan hingga pukul 11.15 hari ini (kemarin) sebanyak 250-an orang,” kata dia.
Wahyudin menjelaskan, sebenarnya semua lulusan SMP/MTs se-Banyuwangi bisa mengambil PIN di SMA/SMK negeri terdekat dengan tempat tinggalnya. Tidak perlu harus mengambil PIN di calon sekolah tujuan pada saat PPDB. Dia mencontohkan, siswa asal wilayah Kecamatan Singojuruh yang ingin mendaftar sebagai siswa SMKN 1 Banyuwangi tidak perlu jauh-jauh datang ke sekolah yang berlokasi di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Giri tersebut. ”Siswa bisa mengambil PIN di sekolah terdekat. Bisa mengambil PIN di SMA/SMK negeri di Kecamatan Singojuruh,” kata dia.
Sementara itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jatim menyiapkan tiga metode pendaftaran SMA/SMK tahun ini. Rinciannya, satu metode, yakni mode pendaftaran offline dikhususkan untuk pendaftaran Pendidikan Khusus atau Pendidikan Layanan Khusus (PLK).
Sedangkan untuk sekolah umum, ada dua metode yang disiapkan, yakni mode semi online dan online. Pendaftaran semi online dilakukan untuk menjaring peserta didik dari jalur prestasi, bidik misi, mitra warga, dan inklusif. Sedangkan mode online untuk pendaftaran peserta didik jalur reguler.
Kepala Cabang (Kacab) Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi Istu Handono mengatakan, pendaftaran jalur online maupun semi online wajib menggunakan PIN. ”Pengambilan PIN bisa dilakukan mulai 25 Mei sampai 8 Juni di SMA atau SMK terdekat,” ujarnya.
Dikatakan, pendaftaran jalur semi online dibuka mulai 30 Mei sampai 4 Juni. Pendaftaran bisa dilakukan di sekolah tujuan. Selanjutnya, pengumuman jalur semi online dilakukan pada 8 Juni sekolah yang dituju.
Sementara itu, rangkaian pendaftaran jalur reguler online dibuka selama tiga hari, yakni 25 Juni sampai 28 Juni. Pengumuman jalur reguler dilakukan pada 29 Juni melalui internet.
Istu menuturkan, pada pendaftaran jalur prestasi, penilaian dilakukan dengan mengacu prestasi siswa di bidang akademik dan non-akademik. Sedangkan jalur mitra warga dibuka untuk memberi kesempatan bagi siswa yang berasal dari kalangan keluarga prasejahtera yang tinggal d lingkungan sekolah.
Selain itu, jalur bidik misi dibuka untuk pendaftar asal kalangan kelurahan prasejahtera yang memiliki nilai rata-rata ujian nasional (Unas) minimal 80. Ada pula jalur inklusif untuk pendaftar yang merupakan penyandang disabilitas. ”Sedangkan jalur reguler dibuka dengan pertimbangan murni nilai UN,” ujarnya.