Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Telur Dimakan, Penyu Bisa Punah

Rahman Bayu Saksono • Selasa, 20 Maret 2018 | 15:00 WIB
telur-dimakan-penyu-bisa-punah
telur-dimakan-penyu-bisa-punah


BANYUWANGI – Bolehkah makan telur penyu dan bagaimana rasanya? Itulah pertanyaan yang dilontarkan siswa Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Maria Banyuwangi kemarin (19/3). Pertanyaan itu disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pelestarian satwa dilindungi, penyu bersama Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim, yang didukung oleh PT Matahari Sakti kemarin.



Pertanyaan ini seolah mewakili rasa penasaran puluhan siswa yang berkumpul di perpustakaan SDK Santa Maria di Jalan Jaksa Agung Suprapto Banyuwangi siang itu. Tim yang memberi sosialisasi terdiri dari lima orang. Pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo dan kru lainnya memberikan langsung pemaparan terkait keberadaan penyu di Banyuwangi. Sosialisasi kali ini juga didukung Kantor Seksi Konservasi Wilayah V BBKSDA Jawa Timur serta PT Matahari Sakti sebagai penyokong kegiatan tersebut.



Banyak pertanyaan yang dilontarkan siswa karena rasa ingin tahu yang sangat besar. Salah satunya, pertanyaan yang diajukan oleh Kenneth Lionel Susanto, siswa kelas 4 SDK Sanmar tersebut.



Penasihat BSTF Purwanto menjelaskan, tidak hanya satwa penyu yang dilindungi oleh pemerintah. Telur binatang itu juga sangat dilindungi. Karena telur penyu merupakan bagian dari proses perkembangbiakan hewan tersebut. ”Kalau dimakan, nanti penyunya nggak punya anak. Bisa punah akhirnya,” kata pensiunan pegawai BBKSDA Jatim tersebut.



Karena dilarang, kata Purwanto, telur penyu tidak boleh dikonsumsi. Meski kata sebagian orang enak, telur penyu wajib dilindungi dan dilestarikan. Hal ini untuk proses menjaga kelestarian hewan tersebut.



Sementara itu, terkait kegiatan sosialisasi penyu ini, Wiyanto Haditanojo sebagai pendiri BSTF menyatakan, agenda ini merupakan sarana untuk pelestarian penyu untuk masa depan. Karena itu, pihaknya menyisir generasi penerus agar mereka paham pentingnya peran penyu dalam kehidupan masyarakat pesisir.



Antusiasme siswa juga tampak saat BSTF menampilkan telur penyu dan aneka jenis penyu yang ditaruh dalam stoples. Rasa penasaran itu pun muncul dengan ekspresi mereka melihat dari dekat hingga memegang stoples dan kemudian mendekatkan ke dekat wajah.



Melalui pelajar inilah, BSTF berharap mereka bisa mencintai lingkungan dan satwa seperti penyu. Kegiatan ini dijadwalkan akan dilakukan di sekolah yang ada di Banyuwangi. ”Kegiatan ini rutin dilakukan sepanjang tahun, apalagi saat ini sudah mulai masuk musim penyu bertelur,” tegasnya. (*)



Editor : Rahman Bayu Saksono