Bupati Abdullah Azwar Anas bersama mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) RI Prof Mahfud MD mengisi kuliah umum di Universitas Ibrahimy (Unib) Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo, Situbondo, Rabu lalu(21/2).
----------
Prof Mahfud MD banyak mengupas tentang peranan fiqih konstitusi dalam penyelenggaraan negara, sedangkan Anas justru mengupas bagaimana mengimplementasikan ”fiqih konstitusi” tersebut dalam kebijakan.
Anas menyampaikan Prof Pak Mahfud bahwa hakikat dari konstitusi adalah bagaimana mewujudkan keadilan di tengah masyarakat. ”Maka saya sebagai pengambil kebijakan, memastikan bagaimana hal tersebut bisa terwujud dan dinikmati rakyat,” kata Anas mengawali orasi ilmiahnya depan ribuan mahasiswa.
Anas memberi contoh bagaimana upayanya mewujudkan keadilan. Dicontohkannya saat dia tidak takut untuk mengambil kebijakan yang tidak populer. Dalam soal perekonomian, Pemkab Banyuwangi mengambil kebijakan memoratorium dan pelarangan minimarket berjejaring dan juga mall baru beropsgterasi di Banyuwangi. ”Awalnya saya dicibir, saya dituding sebagai bupati yang anti-mall seperti, daerahnya tidak bakal maju. Tapi, saya bergeming. Saya yakin, rakyat yang kondisi ekonominya masih tidak stabil, tidak akan mampu menghadapi liberalisasi ekonomi. Warung-warung akan tersungkur menghadapi minimarket-minimarket yang bermodal besar,” jelasnya.
Kebijakan yang tak populer di sebagian kalangan tersebut, kata Anas, akhirnya berbuah manis. Dalam tujuh tahun memimpin Banyuwangi, telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 20 persen pada 2010 menjadi 8,79 persen pada 2017. Selain itu, pendapatan per kapita masyarakat juga meningkat dari Rp 20,8 Juta menjadi Rp 41,46 Juta per tahun.
Kunci kesuksesan pengambilan kebijakan yang dilakukan Pemda Banyuwangi adalah inovasi dan kolaborasi. Dengan berbagai kemajuan teknologi informasi saat ini, Pemda Banyuwangi memanfaatkannya untuk membuat berbagai inovasi guna meningkatkan pelayanan masyarakat. ”Dengan berbagai inovasi yang kita lakukan, tahun lalu Banyuwangi mendapatkan penilaian akuntabilitas kerja A dari Kemenpan RB,” ungkapnya.
Sedangkan dalam hal kolaborasi, Pemkab Banyuwangi tidak segan untuk melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Selain dengan berbagai perguruan tinggi yang ada di Banyuwangi dan sejumlah kampus besar di Indonesia, Banyuwangi juga melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak yang mendorong kemajuan masyarakat Banyuwangi.
Kolaborasi tersebut antara lain dengan Go-Jek dan Ruangguru.com. ”Kita sinergi dengan Go-Jek untuk mengantarkan obat kepada pasien tidak mampu. Kita juga ajak Go-Jek untuk membantu penjualan kuliner rakyat yang tidak mampu membuka warung di tempat-tempat strategis dengan memanfaatkan layanan Go-Food. Ini adalah kolaborasi yang begitu besar manfaatnya,” tegasnya.
Acara kuliah umum tersebut dilaksanakan di auditorium Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah (P2S2) Sukorejo Situbondo. Selain dihadiri oleh dua narasumber, acara tersebut juga dihadiri Rektor Universitas Ibrahimy Prof Dr KH Abu Yazid, Wakil Pengasuh PPSS Sukorejo KH Afifudin Muhajir, dan seluruh dosen. Selain itu, ribuan mahasiswa Universitas Ibrahimy dan santri PPSS turut memenuhi auditorium, bahkan hingga meluber ke luar ruangan. (afi/c1)
Editor : AF Ichsan Rasyid